Sebelumnya, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena 2 postingan terakhir di sini hawanya negatif. Harap dimaklumi, sudah hampir 8 bulan lamanya saya tidak mendapat asupan sate padang, pempek, dan lain sebagainya XD. Kangeeen..
Anyway, akhir minggu lalu saya memutuskan untuk melupakan sejenak segala urusan yang menentukan masa depan *tsahh*, dan mencoba olahraga menarik… bouldering namanya. Sebenarnya ada juga tawaran lain yang menarik, biking trip, 30 km saja katanya *sajaaa?? >.<*, round trip. Tapi saya baru saja bisa naik sepeda tahun lalu *iya, sekarang sudah bisa ^^v*, untuk belok pun kadang masih oleng, belum berani ah turun ke jalan.
Bouldering is a style of rock climbing undertaken without a rope and normally limited to very short climbs over a crash pad (called a bouldering mat) so that a fall will not result in serious injury. It is typically practiced on large natural boulders or artificial boulders in gyms and outdoor urban areas. – wikipedia
Deskripsi dari sang pengajak, “Ga terlalu tinggi kok, paling 2~3 meter, dan di bawahnya ada matras jadi bisa langsung menjatuhkan diri tanpa sakit”. Tepat seperti gambar di atas ^^. Karena sebelumnya, yang ada di bayangan saya tentang wall climbing adalah: tinggi banget, pake tali pengaman, terus ada orang berjaga-jaga di bawah megangin talinya. Well, bener sih, cuma bouldering ini salah satu variasinya aja, yang cocok banget untuk pemula, seperti saya.




