web 2.0

I'm late and I'm pissed off

I’m late.
For 5 minutes.

This morning,
I really didn’t wanna wake up.
Wish I could just skip this day.

Don’t want to go to work.
Today, I hate the office. Insanely.
But I push myself to get up,
and drag my feet to bathroom.

End up I’m being late.
For 5 minutes.

Entering the office,
I met with this guy.
Not my direct boss.
But here, you will find
all the guys from ‘kimchi country‘,
act as THE BOSS.
Of course they will.
It was them who own this company.

He stare at me,
and murmur in his language.
I don’t really understand his words.
But I can tell from his expression,
he’s judging me.
For me being late.
And I’m pissed off.

Hey you!
People can be late,
for once, twice in a lifetime.
People can have a bad day.
People can have an unavoidable accident.
People can be late.

I’m late,
and I’m pissed off.
Mostly, with myself, for being late.

*aaaaaaaaaaaaarrgghhhh…*


The "(Un)Reality Show"

 

Kemarin…

Sampe kosan jam 7 malam,
karena habis makan besar, rasanya ngantuk, tapi masih belum ingin tidur,
akhirnya pasang TV setelah sekian lama ga dinyalakan.

Siaran dari stasiun televisi swasta Trang TV *bukan nama sebenarnya* langsung tampil,
karena dulu, gw slalu nonton Incer Pagi *bukan nama sebenarnya* setiap pagi, sebelum berangkat ngantor,
tapi sekarang, sudah tidak lagi, karena gw pendengar setia ROTI 101 FM
*mendingan up to date dalam hal lagu dan musik ketimbang gosip*

Back to TV, ternyata pada saat itu,
terlihat ada adegan seorang cowok, di atas motor, membanting-banting cewek di depannya
*ahaha, lebay, ga dibanting sih, dilempar.. ups, masih hiperbolis, didorong sampe jatuh deh*
sambil marah-marah..

Anehnya, seorang cowok berseragam Trang TV di situ bukannya membela si cewek, malah diam saja,
seakan adegan itu memang sengaja dilakukan supaya penonton tertarik..
*harus gw akui, memang menarik perhatian, salah satu korbannya ya gw, hoho*
Lalu, si cewek itu ditinggal kabur naik motor.

Gw bingung, ini acara apa sih?? Masa cowok menganiaya seorang cewek dipertontonkan??
Karena gw penasaran, jadi gw tonton deh *hehe, mengatasnamakan rasa penasaran*
Ternyata, “reality show”, tentang seorang adik yang berharap kakaknya insyaf

Ga cukup sampe di situ penderitaan si cewek,
waktu dia balik ke toko tempat dia kerja,
dia malah dimarah-marahi sama ibu-ibu yang punya toko,
“Saya tidak membayar kamu untuk main sinetron!!!”, katanya..
*lah, Bu, bukannya situ ikutan main sinetron juga yah??*
Terus, lagi-lagi, si cewek didorong sampe jatuh, sambil dimarah-marahi..
Terakhir, si ibu melempar sesuatu ke muka si cewek *kayaknya duit pesangon deh*

Gambar terakhir, muka si cewek di-zoom in, dengan air matanya berlinang…

Langsung gw pindah channel TV, karena gw,
MUAK!!!

Yang gw sesali, tontonan TV macam begitu ditayangkan di jam prime time!!
Jam di mana anak-anak bisa menonton dengan bebas, belum dipaksa tidur…
Kasihan ya, anak-anak sekarang,
diracuni dengan tontonan yang sama sekali tidak mendidik.

Pengen deh rasanya, bikin gerakan boikot, anti “reality show”, hehehe…
Toh, kalau ga ada yang nonton, siaran macam begitu akan hilang dengan sendirinya, bukan?

Transformasi dalam Transportasi Umum

 

Suatu pagi, di radio, gw denger ada pertanyaan “menurut lo, jakarta lebih ramah ke cowok atau ke cewek?”. Ada yg menjawab “ga penting gender nya, Jakarta itu ramah sama orang-orang berduit”, betul juga sih, make sense. Tapi karena pertanyaannya cuma ada 2 pilihan, cowok atau cewek, menurut gw Jakarta lebih ramah ke cowok.

Kenapa? Soalnya kalo cewek masuk ke dalam sebuah angkutan umum (dalam hal ini maksud gw angkot, bus, atau kereta yang non-ac ya, taksi ga termasuk, hehe), pasti terjadi transformasi penampilan, dan mood.

Dari rumah udah dandan sampe kinclong dan wangi, begitu masuk ke dalam angkutan umum, berdesakan berjejalan kepanasan, keluar… udah lusuh, makeup luntur, keringatan, wanginya hilang digantikan bau keringat. Mood juga bisa berubah, yang awalnya cerah ceria karena mau bertemu pacar tercinta, jadi pahit sampe mau gigit si pacar begitu ketemu.

Kalau cowok kan, effort mereka untuk dandan ga seberat cewek, jadi lusuh dikit ga masalah laah.

Hereby I declare:
Sebuah kota atau negara, bidang transportasinya dikatakan sukses bila:

  • tidak ada kemacetan (kalaupun terjadi pasti karena sesuatu yang luar biasa, seperti ada alien menyerang bumi, ancaman teroris yang mau menghancurkan kota, atau wabah penyakit mematikan yang mengharuskan warga meninggalkan kota)
  • tingkat kecelakaan nyaris 0%, yang artinya, jumlah pengendara motor juga nyaris 0%, hehehehe… Seperti yang bos gw bilang “kalau ingin suami anda mati cepat, belikanlah motor”
  • tidak perlu ada polisi berjaga di pinggir jalan yang memantau ketidaktertiban pengguna jalan (sekaligus mendapat penghasilan tambahan dari denda), karena semua sudah tertib dengan sendirinya
  • tidak terjadi transformasi fisik dan psikis selama berada di dalam angkutan umum

Continue reading »

(supposed to be) a park lamp

I’m in the mood to write in English, so bear with my not-so-good English ‘kay?

As usual, during my ‘recharging process’ back at my home in Bogor, my lil’ sis’ always have something for me to work on. Like that time, when I helped her with her art project, making a lovely pentagon purse. This time, I was asked to help her made a park lamp.

Today, there will be an art exhibition in her school. Her class will perform a poetry musicalization, using the Latinos theme. I was showed her costume she will be wearing, it was cool!! The blouse, satin red with ruffles, combined with a black highway pants. Plus, a pair of red heels, and fedora hat. I’m sooo curious what she will be like, ahahaha.

So, one of the background for the performance is a park, with a fountain, chair, and of course, a park lamp. When she knew I was going home this weekend, she volunteered herself to make the lamp. She knew exactly that I would help her making it -_-

And here it is, a park lamp, minus the pole…

not bad rite?

not bad rite?

Okay, now back to work…

monday is good, monday is good,

take a deep breath *huuuuuummmph*, let it out *fyuuuuuuuhh*