Monthly Archives: April 2010

Memilih, memang berat kawan…

Maap sodare-sodare, lagi pengen posting ga penting ;p

Here’s the thing

Weekend ini, tepatnya hari Sabtu tanggal 1 Mei 2010, ada 3 pilihan rencana yang susaaaah banget untuk diputuskan salah satu saja.

Pertama,

Sabtu besok adalah kesempatan terakhir ‘mencangkul’ alias mencari pemasukan tambahan dengan cara ngelembur di kantor. Soalnya, minggu depannya Sabtu wajib masuk, sebagai pengganti libur di tanggal 14 Mei *harpitnas*.

Masalahnya adalah… Saya. Butuh. Uang.

Kedua,

Karena bulan-bulan ini adalah musim kawin *sumpah, banyak bener dah yang kawin*, 1 Mei besok ada acara nikahan teman kuliah di Bandung. Sudah lama banget ga ketemu teman-teman kuliah >_<. Kangen. Ditambah lagi, pengen mengunjungi ibu kos di tempat kos dulu. Kangen juga.

Ketiga,

Karena beberapa minggu ini weekend gw diisi dengan lembur dan kondangan *kondangannya sampe ke Makassar dan Jogja segala ^^v*, rasanya udah sebulan *atau dua bulan ya? sampe lupa* lebih ga pulang ke rumah T____T. Kangen berat main-main sama Minyu~, jangan sampe pas gw pulang nanti tau-tau dia udah beranak. Ga seru ah.

Kalau hari Minggu-nya sih rencananya sudah fix ;p Ga bisa diganggu gugat. Harus fitting kebaya euy, hehe..

Nahh, sampai sekarang sih, pulang ke Bogor masih ada di peringkat pertama. Soalnya, punggung rasanya udah pegel-pegel, karena keseringan jalan-jalan. Pengen pijet. Spa. Makan enak. Main sama Minyu~. Nonton Iron Man 2 *lohh??*.

Tapi tidak menutup kemungkinan pilihan lain jadi peringkat pertama. Masih bingung, huks. Masing-masing punya urgensi yang hampir sama soalnya.

Whaddayathink? ;)

24 Rooms of Tiny Apartment

For my future reference, if someday I could not afford to buy a big spacious house ;p

YouTube Preview Image

The magic of architecture and interior design. If only I followed this path of my dream, will I become this brilliantly creative architect?

Morning Wisdom

rocky-path

Mungkin karena semalam tidur dengan amat sangat nyenyaknya, ketika bangun tiba-tiba mendapat semacam pencerahan.

Hummmh, sebelumnya, sedikit flashback dulu deh ya ;p

Sedari dulu, semua cita-cita yang gw buat adalah dalam jangka pendek. Ga pernah terpikir, akan menjadi apakah gw dalam berpuluh-puluh tahun mendatang. Kalau cita-cita jaman TK-SD sih “mau jadi arsitek!!”, dan “mau mbangun rumah buat Papa Mama” ^^. Walaupun pilihan kedua SPMB gw memang Teknik Arsitektur, entah kenapa nyasarnya malah ke Teknik Informatika :))

Setelah masuk kuliah, tujuan hidup masih tetap ga jelas. Untungnya, kuliahnya ternyata cocok dengan minat dan bakat, ga salah jurusan lah pokoknya. Setelah 2 tahun kuliah, mulai memikirkan apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti. Akan lanjut S2 kah? Atau langsung terjun ke dunia kerja?

Karena ga ketemu jawabannya, akhirnya membuat cita-cita jangka pendek “mau cari beasiswa ah, biar bisa bayar kuliah sendiri”. Dan setelah mendapat beasiswa, ternyata ada kontrak ikatan kerja dengan perusahaan pemberi beasiswa, selama 2,5 tahun. Hooo, berarti jalan gw setelah lulus adalah langsung bekerja, begitu pikir gw saat itu.

Setelah bekerja selama 1 tahun, masih belum juga terbayang akan jadi apakah gw di masa mendatang. Akhirnya membuat cita-cita “mau jalan-jalan ke Eropa, sambil S2 deh”. Dan ternyata, insya Allah impian itu akan segera terwujud ^^. Dengan beasiswa tentunya, ga sanggup kalau bayar sendiri. Sayangnya, ikatan kerja gw belum selesai :(. Jadi dalam 4 bulan mendatang, gw harus mengumpulkan pundi-pundi untuk membayar denda, sekaligus mengumpulkan modal untuk masa awal di sana, sebelum beasiswanya cair.

Dan dengan terbukanya jalan gw untuk S2 inilah, tujuan hidup gw mulai terlihat jelas :)

Sebelumnya, gw sempat berpikir bahwa gw akan menjadi wanita karir, yang mengejar puncak karir, di perusahaan top internasional. Menikah dan mempunyai anak akan menjadi prioritas terendah. Dengan gaji yang mumpuni, dan kehidupan bebas tak terikat, gw bisa travelling kemana-mana dan membeli barang apapun semau gw. Menjadi sukses!

Tapi…

Setelah dipikir-pikir, itu bukan lagi definisi ‘sukses’ dalam kamus gw. Mungkin dulu iya, tapi sekarang definisi itu sudah berubah. Gw ingin menjadi wanita yang seperti Mama. Ibu rumah tangga yang 100% mendukung suami dan anak-anaknya. Mungkin, kalau dulu gw ditinggal bekerja dan diasuh oleh babysitter, tidak akan ada Paramita yang sekarang ini ;)

Tapi, tentu saja definisi ‘ibu rumah tangga’ dalam kamus gw akan ada sedikit modifikasi ;p. Soalnya, gw tipe orang yang bingung setengah mati kalau ga ada kerjaan. Menurut gw, karir yang mendukung untuk tetap bisa menjadi full-time-mom adalah… berwirausaha ^^. Mungkin, seperti impian gw sebelumnya, punya kos-kosan.

Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk impian yang ini, jadi menurut gw penghasilan tetap juga harus tetap ada. Dan gw memutuskan profesi dosen sebagai sumber penghasilan tetap ^^. Ya, dosen. Gw yang dulu selalu berkata “ga mau ah jadi dosen! mau jadi wanita karir aja”, sekarang malah tertarik dengan profesi yang satu ini. Betapa waktu bisa mengubah cara pikir seseorang ^^; Lagipula, eyang kakung yang seorang dosen memang ingin ada cucunya yang mengikuti jejaknya.

Setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Bagi sebagian orang, jalan di depan mungkin sudah jelas akan menuju ke mana, tapi bagi sebagian orang yang lain jalan itu masih tertutup kabut tebal. Saat ini, kabut yang menutupi jalan gw sudah mulai tersibak sedikit. Dan langkah gw sudah mulai pasti akan menuju ke satu arah. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa di suatu titik langkah gw tiba-tiba membelok, menuju arah yang lain ;)

Dan jalan itu, tidak terbentuk dengan sendirinya. Mungkin jalannya memang sudah ada, tapi kalau tidak ada usaha dari diri kita untuk membuka gerbangnya, ya jalan itu tidak akan pernah bisa kita lewati. Menurut gw, langkah awal dalam menemukan jalan yang ingin dilewati adalah dengan bermimpi *maksudnya bukan nunggu wangsit loh ya, tapi memiliki impian*. Langkah kedua, memastikan bahwa gerbang menuju jalan tersebut bisa dibuka dan jalan itu bisa dilewati. Langkah ketiga, mengerahkan segala daya upaya untuk membuka gerbang tersebut.

Terkadang, sekeras apapun usaha kita untuk membuka, gerbang tersebut tetap bergeming. Jika demikian, tak ada salahnya untuk meninggalkan gerbang tersebut dan mencari jalan lain, karena jalan itu mungkin memang bukan yang terbaik untuk kita.

Teruntuk adikku tersayang, yang mungkin merasa bahwa jalannya masih terhalang kabut yang sangat tebal, you’ll find your way, trust me ;) Dan jangan lupa untuk mengerahkan sekuat tenaga untuk membuka gerbang menuju jalan itu kalau sudah ketemu ya…


“Without leaps of imagination, or dreaming, we lose the excitement of possibilities. Dreaming, after all, is a form of planning.”

~ Gloria Steinem

Starting New and Fresh

Yeah, I know…

This should have been done in the past new year’s eve. Well, today is still the 1st day of April, only 3 months has passed by, right? It’s not too late ;p

I don’t know why, but I’ve just come to my senses, and want to start a new page. A clean, fresh, blank new page. I used to have pages of stories. Both good and sad ones. But I think this is the time to forget them all. Well, unfortunately not as simple as [Shift+Del] can do. But I believe I can do it!

I just want to be the ‘new me’.

The me that is happy with her life.

The me that is about to reach her dreams.

The me that can smile to everyone. Everyone. Every time. In whatever mood.

The me that can be more patient with problems. Be more cool headed. Stop the habit of throwing things when get upset XD.

The me that will keep her pain to herself. “I’ve learned that even when I have pains, I don’t have to be one.” ~ Maya Angelou

The me that love her family so much.

The me that…

I think it’s enough. Too many wishes will make it harder to achieve. I’m done. And now I’m gonna fill this blank page with another story. A good one I suppose, and with a happy ending hopefully.

See ya! :)

p.s.:

I’m gonna be off for a few next days, coz I’m going to Makassar! Yay! Let’s start this new story with a wonderful vacation…