Monthly Archives: June 2010

Song Of The Day

Waktu pertama kali nyalain radio tadi pagi, terdengar lagu ini…

Waktu klik tombol ‘Play’ untuk streaming radio di kantor 5 menit yang lalu, terdengar lagi lagu ini…

Resmi lah jadi ‘song of the day’ ;)

YouTube Preview Image

Nelly Furtado with Say It Right ^^ Baru aja tahu judulnya. Dari awal sih udah tahu kalau suaranya Nelly Furtado yang terdengar, dan di latar belakang ada suara khas-nya Timbaland. Jadi gampang googling-nya ;p

Secercah Fiksi

“Aku benci kamu!”

Terucap kalimat itu walau aku sendiri pun tak tahu seperti apakah hati yang membenci itu. Apakah hati ini bisa dikatakan sedang membenci? Mungkin ini hanya kegilaan sesaat, ketika otak berpikir bahwa hati sudah merasa sangat tersakiti. Luka, walaupun hanya goresan halus, jika berulang-ulang bukankah akan menjadi semakin dalam?

Lalu kau pun menjawab, “Jika dengan membenciku bisa membuatmu merasa lebih baik, maka silahkan saja”.

Mendengar jawaban itu, rongga napasku malah menjadi semakin sesak. Kata-kataku hilang. Kelegaan yang kuharapkan muncul setelah sedikit isi hatiku tercurah, sirna sudah.

Oh, jadi kau tidak merasa terganggu dengan kebencianku?
Ya, ya, tentu saja kau tak peduli, apalah aku ini.
Kebencianku tidak ada artinya sama sekali buatmu, bukan begitu?

Kalimat-kalimat itu terus berputar-putar di kepalaku. Pertahanan emosi yang kubangun hari demi hari, runtuh, luluh lantak. Sampai di satu titik ketika emosiku habis terkuras, dan aku lelah. Diam. Berpikir. Anehnya, pikiranku terasa lebih jernih.

Tidak. Ternyata dengan membencimu tidak membuatku merasa lebih baik. Tapi bisa membuat otakku berpikir jernih tanpa terpengaruh emosi-emosi yang menggunung.

Ya. Tentu saja kau tak peduli, kau tak rugi suatu apapun jika aku membencimu. Yang rugi hanya diriku, karena telah membuang waktu dan lelahku.

Sekarang, aku lelah. Sangat. Jadi biarkan aku tidur sambil membencimu sepenuh hati. Sampai seluruh emosi dan perasaanku terkuras habis. Esok pagi, kuharap otak bisa berpikir jernih, dan bisa berhenti mengirimkan sinyal “hati terluka!”, sehingga hatiku menjadi bebas dari luka.

*******

Sebuah fiksi? Atau realita kah? Apalah bedanya :)

Jadi, dimana kita berada sebenarnya? Realitakah? Atau jangan-jangan kita sedang hidup dalam fiksi besar hasil rekaan kita sendiri, dan kita menyangka sedang menjalani realita?

Mouly memberikan jawaban yang sangat menarik: “Di antaranya. Karena meskipun kita hidup dalam realita, di kepala kita punya berbagai fiksi tentang realita tersebut.”

– dikutip dari http://jennyjusuf.blogspot.com/2009/10/fiksi.html

The Magic of ‘Refine Edge’

Semua berawal dari… ketika saya membaca persyaratan untuk membuat visa, yang menyebutkan bahwa pas-foto harus berlatar belakang warna putih -_-. Sempat terpikir untuk foto ulang *toh sekarang beratnya menurun dibandingkan waktu bikin pas-foto terakhir :D*, tapi kok males ya. Akhirnya memutuskan… di-sotosop saja! ^^ *warna background-nya looh, bukan ‘berat badan’ nya*

Awalnya mau pake tool andalan: Eraser Tool dan Brush Tool *grin*. Ah, tapi… masa Photoshop-nya udah sampe CS5 *btw, saya dapet Photoshop CS5 dari sini*, caranya masih cupu aja. Akhirnya browsing-browsing, dan ketemu video tutorial di sini. Menggunakan fitur baru untuk mengatasi masalah masking yang ribet macam rambut manusia. Memang kalo mau sotosop-an, yang paling ribet memang ngurusin rambut ^^;

Dan hasilnya… *drum roll* benar-benar memuaskan!! Here, take a look

Detail rambutnya dapet banget, keren! ^^ Bagi yang males nonton video tutorialnya *bagi yang kecepatan inetnya ga oke untuk streaming*, berikut saya berikan petunjuk step-by-step nya… Petunjuknya memang agak panjang, tapi prosesnya benar-benar mudah kok. Enjoy!!

Oh ya, mohon maaf sebelumnya, objek gambar adalah pas-foto saya, jadi kurang menarik ;p. Bukan bermaksud narsis, bukaaan… Tapi karena sekalian praktek sekalian di-capture gitu, ‘sekali mendayung satu dua pulau terlampaui’ bukan begitu? Okay, here we go…

Read more »

Photo Crasher

Abis liat foto ini…

Jadi inget foto ini…

Ya ya… Sepertinya pertanyaan saya di sini terjawab sudah =))

Quick, take the shot before — (sigh) w*waaaaan!! >_<

This first? Or that?

“You should define your priority”

Someone told me that not so long ago, while I was busy ‘clicking’ and ‘scrolling’ in mangafox.com, though i have much much more important thing to do *which is much much less interesting* ^^;

As a defense, I do have priority for things! Let’s see, in weekday it would be:

  1. work/job –> of course, there’s responsibility involved
  2. eat
  3. have a little fun –> simply listen to music is already considered as having fun
  4. household chores –> like do laundry, cleaning things, but only if I need to
  5. rest

And in weekend it would be:

  1. rest
  2. household chores –> do weekend laundry, cleaning things that haven’t been cleaned for a week :p
  3. have fun
  4. eat
  5. work/job

Hummh, turns out being the total opposite of weekday list ^^; But, sometimes when it’s urgently needed, the work/job can be at the top of the weekend list. See? I do have defined my priority :p

It’s just that, sometimes, my priority list get messed up by two things which I can’t control. That is, the urge to finish what’s been done halfway, and the urge to write down what’s been built up in my mind.

The first one,  obviously, just like what I was said earlier. I can’t help but reading a book or comic/manga until the very last page, even though it means I cannot get to sleep. Or watching a TV series or Japan/Korea drama until I know what happen in the last episode. Or finish some handicraft project until I can look at the result proudly. But those only happen when they’re only about halfway to be finished *only the interesting ones can last halfway*. I still can quit myself when it’s still at the beginning.

And then, the second one. That’s exactly what I’m doing right now ^^; I’m supposed to write some research proposal, yet my fingers are typing these words that resound in my head. I need to get them out right away, coz I’m pretty sure tomorrow morning I don’t remember any of them.

Okay, maybe I should change this habit, and re-define my priority ^^; Ah, well, my priority for now is get some rest. Re-defining my priority can wait ’til tomorrow ;)

Smell ya later… ZzzzzZzzzZZzzzzZ…