<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>paramitopia &#187; blabla</title>
	<atom:link href="http://paramitopia.com/blog/category/blabla/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paramitopia.com/blog</link>
	<description>Just another WordPress site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 06:21:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Buon Anno 2012!</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[fun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2796</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/" title="Buon Anno 2012!"></a>*picture’s taken from here* Hampir satu minggu berlalu setelah malam pergantian tahun, dan saya baru menulis sekarang ^^;. Pulang liburan sih, jadi hawanya masih hawa bersenang-senang *cliché ;p*. Ini pun karena tiba-tiba kebangun jam 3 pagi, tenggorokan sedang menggila, batuk tak &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/" title="Buon Anno 2012!"></a><p><a href="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/2012wallpaperspics.jpg"><img class="aligncenter" title="2012" src="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/2012wallpaperspics.jpg" alt="" width="512" height="342" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #5f9ea0;"><em>*picture’s taken from <a href="http://www.xitclub.com/attachments/happy-new-year-2012/9486d1323546738t-happy-new-year-wallpapers-2012-latest-2012-wallpapers-pics.jpg" target="_blank">here</a>*</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir satu minggu berlalu setelah malam pergantian tahun, dan saya baru menulis sekarang ^^;. Pulang liburan sih, jadi hawanya masih hawa bersenang-senang <span style="color: #5f9ea0;"><em>*cliché ;p*</em></span>. Ini pun karena tiba-tiba kebangun jam 3 pagi, tenggorokan sedang menggila, batuk tak henti. Jadilah menulis di pagi buta, ditemani secangkir jahe hangat :9.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau akhir tahun 2010 saya lewatkan di tengah lautan orang di Champs-Élysées, Paris <span style="color: #5f9ea0;"><em>*tanpa countdown dan tanpa firework -_-*</em></span>, tahun 2011 saya tutup dengan (nyaris) sempurna, <em>with toasts, countdown, friends, and.. fireworks by the sea.. in Nice, France <span style="color: #5f9ea0;">*again ^^;*</span></em>. <em>Nicest moment in Nice&#8230; love it! :)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Rasanya baru kali ini saya malam tahun baruan di pinggir pantai. Menyongsong tahun baru sambil berdiri di tepi pantai, ditemani suara debur ombak dan ucapan <em>&#8220;Bonne année!&#8221;</em>, memandang laut dan kembang api di kejauhan. Sensasinya luar biasa ternyata ^^.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak cuma kembang api yang terlihat di langit saat itu, ada sekelompok orang yang menerbangkan <em>Kongming deng</em> a.k.a <em>sky lantern <span style="color: #5f9ea0;">*karena waktu itu kebetulan saya sedang bersama seorang dari Beijing, jadi tahu nama asli dan asal usulnya ;p*</span></em>. Waktu itu, rasanya ingin minta satu saja, untuk ditulisi <em>new year&#8217;s wishes</em>, lalu diterbangkan, siapa tahu permohonannya terkabul&#8230; tapi saya malu :&#8221;&gt;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Anyway, looking back to 2011..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip <a href="http://paramitopia.com/blog/2011/01/bonne-annee-2011/" target="_blank">resolusi yang saya tulis setahun yang lalu</a>&#8230;</p>
<blockquote><p>Berlebaran bersama keluarga di rumah, berhasil menyelesaikan kuliah tahun pertama dengan lancar, mengunjungi minimal 3 negara tetangga… adalah beberapa resolusi yang terlintas. Semoga bisa terlaksana :).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah ketiganya sukses terlaksana ^^ dan bisa dibilang merangkum apa yang terjadi di tahun 2011.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berlebaran bersama keluarga di rumah</strong>. Di awal bulan Juli, saya pulang diam-diam, demi memberi kejutan pada sang sepupu dengan tiba-tiba muncul di acara pernikahannya ;). Setelah berbulan-bulan merantau, akhirnya kesampaian juga menikmati ketupat dan sayur lodeh buatan sang mama ^^.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menikmati rumah selama 2 bulan lebih, sempat melaksanakan resolusi 2010 saya yang tertunda &#8220;belajar naik sepeda&#8221;, dan sempat berlibur menikmati <a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/balikpapan-dan-pulau-derawan/" target="_blank">indahnya pantai Indonesia</a>, akhirnya saya kembali ke daratan Eropa. Di kota dan universitas yang berbeda :).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berhasil menyelesaikan kuliah tahun pertama dengan lancar</strong>. Tak akan saya bahas lebih lanjut, cukup dengan bersyukur saja ;p. Cerita lebih lengkap bisa dibaca di <a href="http://paramitopia.com/europe/2011/06/tahun-pertama-usai-sudah/" target="_blank">sini</a>. Dan tahun kedua saya pun dimulai. Entah mengapa, tapi tahun kedua ini rasanya beban kuliah dan proyek lebih berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 2011 rasanya banyak sekali inisiasi proyek, beberapa sudah selesai, tapi masih banyak yang tertunda dan menunggu untuk diselesaikan &gt;.&lt;. Proyek yang paling utama adalah yang menyangkut thesis. Yosh, semangat ah!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengunjungi minimal 3 negara tetangga</strong>. Rasanya tahun 2011 bisa dibilang tahun <em>travelling</em>. Setiap ada libur pasti ada agenda berkelana ;p. Kuliah sesulit apapun, <em>travelling</em> wajib&#8230; jalan terooss. Semoga&#8230; tahun ini pun begitu adanya, hohoho. Terutama semester depan ketika sudah tak ada mata kuliah dan fokus hanya satu&#8230; thesis.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Now, here we are in 2012..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tahun ini pun saya masih diberi kesempatan mengunjungi berbagai tempat di dunia, dan bertemu dengan teman-teman baru, seperti tahun lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Resolusi paling utama tahun ini tentu saja menyelesaikan kuliah dan meraih gelar master. Resolusi kedua&#8230; menentukan langkah selanjutnya setelah lulus ;). Sampai sekarang masih <em>blur</em> soalnya, gawat nih. Resolusi terakhir, belajar banyak hal, baik yang saya belum bisa maupun sudah (tapi belum mahir ;p). Sudah ada kok daftarnya, tapi ga akan di-<em>publish</em> ah, malu ;p.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Once again.. Happy new year 2012! Wish you all the best ^^</em></p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2012/01/buon-anno-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Web Design Projects</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 01:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2746</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/" title="My Web Design Projects"></a>Web design, dunia yang baru saya kenal di semester pertama kuliah, ketika mengikuti mata kuliah Pemrograman Web. Dan sejak itu, saya langsung jatuh hati ;). Kalau sudah &#8216;bergumul&#8217; dengan HTML, CSS, Javascript, atau PHP, dan tentu saja.. digital image editor &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/" title="My Web Design Projects"></a><p style="text-align: justify;"><em>Web design</em>, dunia yang baru saya kenal di semester pertama kuliah, ketika mengikuti mata kuliah Pemrograman Web. Dan sejak itu, saya langsung jatuh hati ;). Kalau sudah &#8216;bergumul&#8217; dengan HTML, CSS, Javascript, atau PHP, dan tentu saja.. <em>digital image editor</em> favorit saya, Photoshop, rasanya sulit untuk berhenti. Biasanya sih ga akan berhenti sampai saya cukup puas dengan hasilnya, walaupun bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan monitor dan keyboard.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasrat mendesain web ini dulu saya salurkan lewat proyek dan tugas di beberapa mata kuliah. Lalu setelah bekerja saya iseng membeli domain dan hosting, dan menyalurkan hobi saya di situ. Kalau sudah bosan dengan desainnya, dan punya waktu luang plus ide, pasti saya sempatkan untuk mendesain ulang. <em>Just for fun</em> :D</p>
<p style="text-align: justify;">Dimulai secara tak sengaja oleh permintaan seorang teman untuk membuatkan wedding website, dan pesanan-pesanan selanjutnya yang menyusul, saya mulai &#8216;menjual&#8217; hobi saya. <em>Getting paid while having fun? Why not?</em> ;)</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh ini, baru 3 website yang saya kerjakan. Masih amatir, ehem ;p. Dua di antaranya wedding website, <a href="http://jokomirawedding.com" target="_blank">jokomirawedding.com</a> dan <a href="http://reishafatoni.com" target="_blank">reishafatoni.com</a> <span style="color: #5f9ea0;"><em>*kalau sudah tidak bisa dibuka berarti domainnya expired, maklum, wedding website ;p*</em></span>. Sedangkan yang terakhir (masih belum selesai), <a href="http://www.dokteranakku.net/" target="_blank">dokteranakku.net</a>, sejenis blog berisi artikel tentang kesehatan anak.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://jokomirawedding.com"><img title="jokomirawedding.net" src="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/jokomirawedding.jpg" alt="" width="280" height="172" /></a><a href="http://reishafatoni.com"><img class="alignnone" title="reishafatoni.com" src="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/reishafatoni.jpg" alt="" width="282" height="172" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.dokteranakku.net/"><img class="aligncenter" title="dokteranakku.net" src="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/dokteranakku.jpg" alt="" width="360" height="232" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya punya ciri khas desain yang sama, gambar ruangan dengan detail sesuai dengan isinya. Dan semuanya mengandalkan keingintahuan user untuk menemukan link menuju &#8216;sesuatu&#8217; jika diklik. Mulai bosan sih dengan ide ini, ingin mendesain sesuatu yang lain, tapi nanti dulu deh ^^;</p>
<p style="text-align: justify;">Nah sekarang&#8230; yiuks ah, lanjut ke bagian curcol-nya ;p</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2746"></span>Yang namanya hobi, sesuatu yang membuat kita senang kalau dilakukan <span style="color: #5f9ea0;"><em>*bikin hidup jadi lebih hidup&#8230; tsahh! ;p*</em></span>, kalau dijadikan pekerjaan tentu saja kadar kesenangannya jadi berkurang. Misalnya, secinta apapun seseorang dengan <em>programming</em>, kalau sudah dikejar deadline atau dicereweti klien, siapa sih yang gak stress? ;)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Your wishes are my commands&#8221; <strong>*wink*</strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adalah moto yang selalu saya pegang selama proses penggarapan website. Karena setahu saya, dalam bisnis apapun, kepuasan pelanggan adalah yang utama. Tapi, dalam pelaksanaannya, moto ini susaaaaaaah sekali diterapkan. Menerjemahkan keinginan klien dan menggabungkannya dengan &#8216;selera&#8217; diri sendiri, bukan hal yang mudah. Apalagi kalau tiba-tiba, dua keinginan ini bentrok. Harus dipertimbangkan baik-baik keinginan mana yang didahulukan, lebih baik lagi kalau bisa dicari <em>&#8216;win-win solution&#8217;</em>-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, terkadang &#8216;wishes&#8217; dari klien juga butuh untuk dikerjakan segera. Yah, kalau soal ini sih memang sudah kewajiban saya, jadi ga bisa mengelak dan mengeluh. Kalau sudah deadline ya mau bagaimana lagi, bukan begitu? ;)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terus belajar.. dan belajar lagi..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu manfaat yang saya dapatkan dari proyek-proyek ini, rasanya seperti diberi kesempatan untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal yang baru di dunia pemrograman web. Di setiap proyek saya pasti mendapat ilmu baru, <em>that&#8217;s fun!</em> ^^</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tools yang saya temukan dan saya gunakan:</p>
<ul>
<li><a href="http://floatboxjs.com/" target="_blank">Floatbox</a>, untuk efek membuka popup, picture slideshow, dan sebagainya.</li>
<li><a href="http://www.megazine3.de/home.html" target="_blank">MegaZine3</a>, <em>flipbook </em>gratis yang cukup mumpuni <span style="color: #5f9ea0;"><em>*support transparent pages*</em></span>.</li>
<li><a href="http://developers.facebook.com/docs/plugins/" target="_blank">Facebook Social Plugins</a>, <em>since almost everybody uses Facebook</em> ;)</li>
<li><a href="http://code.google.com/apis/feed/" target="_blank">Google Feed API</a>, <em>to fetch RSS Feed</em></li>
<li><a href="http://www.smushit.com/ysmush.it/" target="_blank">Yahoo! Smush.it!</a>, <em>optimizing images for web</em>, supaya lebih ringkas begitu..</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tak lupa juga.. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/HTML5" target="_blank">HTML5</a>! <em>Makes everything easier ;)</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Blogspot, Migrasi? Tidak?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>I&#8217;m so sorry, this will sound a bit technical, just skip it if you&#8217;re not interested</em> ;).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi begini, untuk proyek terakhir, tujuannya adalah supaya user bisa mengakses artikel yang sudah terkategorisasi, via halaman utama yang dibuat seperti ruang praktek dokter anak. Masalahnya, artikel-artikel itu bertempat di blogspot <span style="color: #5f9ea0;"><em>*kalau wordpress mungkin lebih gampang &gt;.&lt;*</em></span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan asumsi user bisa membaca artikel via domain dan hosting yang baru, bukan cuma nge-link ke blogspot, berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, ada beberapa solusi:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Migrasi total ke <em>self-hosted </em>wordpress<em>. </em>Pertimbangannya, klien harus pindah <em>environment</em> dari blogspot ke wordpress.</li>
<li style="text-align: justify;">Menggunakan plugin di wordpress supaya wordpress bisa berfungsi sebagai RSS fetcher. Klien bisa tetap posting blog via blogspot, tapi artikel bisa terambil dan tersimpan di <em>self-hosted </em>wordpress. Atau mungkin ga perlu install wordpress juga bisa, cukup membuat simple RSS fetcher code, <em>server side scripting</em>. Masalahnya, hosting gratis yang sekarang dipakai, tidak mengijinkan koneksi ke <em>remote server</em>. Jadi intinya, harus upgrade hosting, wajib bayar lah istilahnya.</li>
<li style="text-align: justify;">Menggunakan Google Feed API. Sama seperti poin nomor 2, hanya saja karena Google Feed API ini menggunakan AJAX, <em>client side scripting</em>, tidak perlu meng-upgrade hosting. Bisa tetap menggunakan hosting gratisan. Kerugiannya, fungsi webnya jadi hanya sebatas RSS reader, ga akan bisa terindeks di <em>search engine</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Hosting gratis yang sekarang digunakan adalah <a href="http://www.freehostia.com/free-chocolate.html" target="_blank">paket Chocolate di freehostia.com</a>. Solusi terbaik sebenarnya solusi kedua, sayangnya harus bayar. Atau mungkin harus cari-cari hosting lain yang gratis dan tanpa batasan koneksi ke <em>remote server </em>kali ya. Untuk sementara sih masih menggunakan solusi ketiga, <em>tanpa pindah tanpa bayar</em> &gt;.&lt;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Testing &amp; Debugging</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di proyek apapun pasti perlu ya tahapan ini. Tester utama tentu saja sang klien. Tapi saya juga punya beberapa orang terdekat yang saya minta menjadi tester, untuk memberi masukan dan laporan <em>bug </em>yang kadang terlewat oleh klien.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, karena salah satu aspek penting dalam mendesain web adalah <em>cross-browser</em>, alias mampu tampil oke di semua browser, di laptop saya jadi lengkap.. semua browser ada dan selalu ter-update. <em>I have to say that Internet Explorer becomes the source of the problems most of the time</em> ^^;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Loading time</em> juga penting, untungnya ada software untuk simulasi berbagai jenis kecepatan internet. Karena waktu di Nancy, kecepatan internetnya super dahsyat, perlu diturunkan untuk mensimulasikan <em>loading time</em> dengan koneksi internet di Indonesia ;p. Sekarang di Bolzano sih ga beda jauh -_-, bahkan kadang mungkin jauh lebih lambat, huks.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Web Designer = Web Developer = Web Consultant?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yap, karena saya benar-benar baru dalam dunia ini <em>(designing web commercially)</em>, saya masih belum mengerti definisi dan pembatasan secara jelas dari yang namanya <em>&#8216;web designer&#8217;</em>. <em>I love to design, and to develop it <span style="color: #5f9ea0;">*actually I&#8217;m kinda hooked on programming ;p*</span>, but act as a consultant? Err&#8230; I&#8217;d rather avoid it.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, di proyek ketiga, klien saya bukan orang IT (dua klien sebelumnya teman seangkatan sejurusan di kampus ;p). Bisa dibilang.. proyek terakhir ini penuh tantangan. Saya harus bertindak sebagai konsultan, menjawab pertanyaan-pertanyaan klien dengan bahasa yang mudah dimengerti, memberi berbagai solusi dan pertimbangannya&#8230; <em>professionally</em>. <em>And most likely&#8230; I failed</em> ^^; <em>Well</em>, intinya saya masih harus banyak belajar untuk yang satu ini.</p>
<p style="text-align: center;">*******</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #808080;"><em>&#8220;So, should I officially announce paramitopia inc.?&#8221;</em></span><br />
<span style="color: #808080;"><em> &#8220;No, no, no! Finish your master study first, then after that.. you can do whatever you want with your time.&#8221;</em></span><br />
<span style="color: #808080;"><em> &#8220;Uhm.. yeah, you&#8217;re right..&#8221;</em></span></p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/11/my-web-design-projects/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parliamo Italiano!</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 22:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2741</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/" title="Parliamo Italiano!"></a>Ciao! Io mi chiamo Paramita, sono Indonesiana. Mi piace molto tiramisù! Dengan bangga saya menyatakan bahwa, saya belum pernah bolos kelas bahasa Italia! Hohoho&#8230; Padahal jadwalnya cukup bikin jiper loh, bayangkan, jam 6 sampai 8 malam, dua kali seminggu. Tapi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/" title="Parliamo Italiano!"></a><p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><em>Ciao! Io mi chiamo Paramita, sono Indonesiana. Mi piace molto tiramisù!</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bangga saya menyatakan bahwa, saya belum pernah bolos kelas bahasa Italia! Hohoho&#8230; Padahal jadwalnya cukup bikin jiper loh, bayangkan, jam 6 sampai 8 malam, dua kali seminggu. Tapi entah kenapa saya semangat bener datang ke kelas, bahkan lebih semangat dibandingkan datang ke kuliah XD.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak awal, sang Signora Insegnante <span style="color: #5f9ea0;"><em>*seterusnya saya sebut SI aja ya*</em></span> a.k.a ibu guru tak pernah sekalipun menggunakan bahasa selain bahasa Italia, sempet stress sih waktu itu, ga ngerti apa-apa: <span style="color: #888888;">&#8220;Ini orang ngomong apa sih??&#8221;</span>. Murid lain sih enak, kebanyakan berasal dari Jerman, Spanyol, atau Perancis yang akar bahasanya sama. Tapi lama-lama, setelah dijejali banyak <em>vocabulary</em>, saya bisa menebak apa maksud perkataan sang SI.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu belajar bahasa Perancis tahun lalu, sebenarnya saya juga semangat, sayangnya cuma di awal. Setelah bolos beberapa minggu dan ketinggalan banyak, akhirnya berhenti &gt;.&lt;. Mungkin karena faktor pengucapan yang tak bersahabat dengan lidah saya. Kalau bahasa Italia, <em>totally tongue friendly! At least for mine</em> ;p Bahkan sempat dipuji oleh sang SI karena pengucapan saya lancar jaya sampai dikira sudah pernah belajar sebelumnya, hihi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Metode pengajarannya pun menyenangkan, hampir selalu ada <em>games</em>, atau diputarkan video dan lagu untuk melatih <em>listening</em>. <em>And here you go, one of my favorite song&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><p><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/"><em>Click here to view the embedded video.</em></a></p></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lyricstranslate.com/en/te-Its-you.html" target="_blank">Lyric (with English translation)</a>?</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>È Per Te</strong> by <span style="color: #5f9ea0;">Jovanotti</span>. It&#8217;s actually a lullaby song. I love it mostly because of the soothing melody, and the song is full of vocabulary that taught me words in Italian :) </em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #808080;"><em>È per te ogni cosa che c&#8217;è ninna na ninna e&#8230; Ahh, makes me sleepy.. buonanotte!</em></span></p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/11/parliamo-italiano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time To Say Goodbye</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 03:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2648</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/" title="Time To Say Goodbye"></a>Lyric? show Quando sono sola sogno all&#8217;orizzonte e mancan le parole, si lo so che non c&#8217;è luce in una stanza quando manca il sole, se non ci sei tu con me, con me. Su le finestre mostra a tutti &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/" title="Time To Say Goodbye"></a><p style="text-align: justify;"><p><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/"><em>Click here to view the embedded video.</em></a></p></p>
<p style="text-align: justify;">Lyric? <a class="spoiler_link_show" href="javascript:void(0)" onclick="wpSpoilerToggle(document.getElementById('id330694169'), this, 'show', 'hide')">show</a>
<div class="spoiler_div" id="id330694169" style="display:none"></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #5f9ea0;"><em>Quando sono sola<br />
sogno all&#8217;orizzonte<br />
e mancan le parole,<br />
si lo so che non c&#8217;è luce<br />
in una stanza quando manca il sole,<br />
se non ci sei tu con me, con me.<br />
Su le finestre<br />
mostra a tutti il mio cuore<br />
che hai accesso,<br />
chiudi dentro me<br />
la luce che<br />
hai incontrato per strada.<br />
</em></span></p>
<p><span style="color: #99cc00;"><em>Time to say goodbye.<br />
Paesi che non ho mai<br />
veduto e vissuto con te,<br />
adesso sì li vivrò.<br />
Con te partirò<br />
su navi per mari<br />
che, io lo so,<br />
no, no, non esistono più,<br />
it&#8217;s time to say goodbye.<br />
</em></span></p>
<p><span style="color: #5f9ea0;"><em>Quando sei lontana<br />
sogno all&#8217;orizzonte<br />
e mancan le parole,<br />
e io si lo so<br />
che sei con me, con me,<br />
tu mia luna tu sei qui con me,<br />
mio sole tu sei qui con me,<br />
con me, con me, con me.<br />
</em></span></p>
<p><span style="color: #99cc00;"><em><span style="color: #99cc00;">Time to say goodbye.</span><br />
<span style="color: #99cc00;">Paesi che non ho mai</span><br />
<span style="color: #99cc00;">veduto e vissuto con te,</span><br />
<span style="color: #99cc00;">adesso sì li vivrò.</span><br />
<span style="color: #99cc00;">Con te partirò</span><br />
<span style="color: #99cc00;">su navi per mari</span><br />
<span style="color: #99cc00;">che, io lo so,</span><br />
<span style="color: #99cc00;">no, no, non esistono più,</span><br />
</em></span><span style="color: #99cc00;"><em> </em></span></p>
<p><em><span style="color: #5f9ea0;">con te io li rivivrò.</span><br />
<span style="color: #5f9ea0;"> Con te partirò</span><br />
<span style="color: #5f9ea0;"> su navi per mari</span><br />
<span style="color: #5f9ea0;"> che, io lo so,</span><br />
<span style="color: #5f9ea0;"> no, no, non esistono più,</span><br />
<span style="color: #5f9ea0;"> con te io li rivivrò.</span><br />
<span style="color: #5f9ea0;"> Con te partirò</span></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em><span style="color: #99cc00;">Io con te.</span><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"></div>
</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://josvg.home.xs4all.nl/cits/sb/sb412.html" target="_blank">By Andrea Bocelli and Sarah Brightman</a>. Dengan berbekal pengetahuan bahasa Italia sebatas lirik lagu ini, dan istilah &#8220;Dolce Far Niente&#8221; dari Eat, Pray, Love&#8230; saya berangkat menuju negeri pizza dan pasta. Wish me luck! ^^</p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/09/time-to-say-goodbye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dear Sistah</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[fun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2644</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/" title="Dear Sistah"></a>I will miss you sooo much &#62;.&#60; And as Mishka said&#8230; Aywowowuwuuuu~~ Anyway, should I post our anthem(s) here? ;p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/" title="Dear Sistah"></a><p style="text-align: center;"><a href="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/IMG_693_mix.jpg"><img class="aligncenter" title="pose, smile.. click!" src="http://i1031.photobucket.com/albums/y372/paramitopia/blog/IMG_693_mix.jpg" alt="" width="480" height="540" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">I will miss you sooo much &gt;.&lt;</p>
<p style="text-align: justify;"><p><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/"><em>Click here to view the embedded video.</em></a></p></p>
<p style="text-align: justify;">And as Mishka said&#8230; Aywowowuwuuuu~~</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><em>Anyway, should I post our anthem(s) here? ;p</em></span></p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/09/dear-sistah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KRL Commuter Line Jabodetabek</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 14:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2604</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/" title="KRL Commuter Line Jabodetabek"></a>Ini dia&#8230; transportasi utama saya selama bolak-balik Bogor-Jakarta dalam rangka mengurus dokumen-ini-dan-itu, yaitu&#8230; Commuter Line! Dahulu, kalau hendak naik kereta dari Bogor ke Jakarta, ada tiga pilihan kereta: Pakuan Express, Ekonomi AC, dan Ekonomi. Pakuan Express kalau tidak salah hanya berhenti &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/" title="KRL Commuter Line Jabodetabek"></a><p style="text-align: justify;">Ini dia&#8230; transportasi utama saya selama bolak-balik Bogor-Jakarta dalam rangka <a href="http://paramitopia.com/europe/2011/08/italia-visa-dan-dichiarazione-di-valore/" target="_blank">mengurus dokumen-ini-dan-itu</a>, yaitu&#8230; <a href="http://www.krl.co.id/" target="_blank">Commuter Line</a>!</p>
<p style="text-align: justify;">Dahulu, kalau hendak naik kereta dari Bogor ke Jakarta, ada tiga pilihan kereta: Pakuan Express, Ekonomi AC, dan Ekonomi. Pakuan Express kalau tidak salah hanya berhenti di Stasiun Gambir dan Jakarta Kota, jadi rasanya&#8230; <span style="color: #5f9ea0;"><em>*jgess jgess*</em></span> eh, tau-tau udah sampai ^^. Nah sekarang, Pakuan Express sudah dihapuskan, sedangkan Ekonomi AC berubah namanya jadi Commuter Line. Commuter Line ini berhenti di setiap stasiun, dengan tarif Rp. 7.000,- sampai Jakarta (Rp. 6.000,- sampai Depok).</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali mencoba&#8230; wuih, enak juga ya. Apalagi ada yang namanya gerbong khusus wanita di ujung depan dan belakang rangkaian kereta. Bahkan petugas di gerbong khusus tersebut rajin menegur penumpang pria yang kebetulan nyasar di situ. Tak dinyana tak diduga, sepertinya pengalaman pertama saya itu di waktu kereta tak terlalu ramai ^^;</p>
<p style="text-align: justify;">Kali-kali berikutnya&#8230; alamakjang. Lutut saya pernah memar tersandung pintu kereta karena buru-buru hendak berebut tempat duduk dengan ibu-ibu lainnya. Pernah pula mendapat kereta yang AC-nya tak menyala, hanya kipas angin saja yang sayangnya tak cukup mengusir pengap di dalam kereta.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kali saya terpaksa berdiri selama perjalanan Jakarta-Bogor sambil berpuasa. Sekali waktu, karena proses pengurusan dokumen yang mengesalkan, ditambah harus berdiri sepanjang perjalanan, membuat saya lelah secara fisik dan emosional sehingga akhirnya malah menemukan <em>inner peace</em>, <em>between rage and serenity <span style="color: #5f9ea0;">*ketahuan baru maraton nonton Kungfu Panda 2 dan X-Men: First Class ;p*</span></em>, walaupun sesaat sebelumnya aura tubuh seakan berbicara &#8220;Awas, senggol bacok!&#8221;, hihi. Anggap saja berkah di kala puasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu aturan penting di dalam gerbong adalah: dilarang mengeluarkan kursi lipat dan duduk di saat kereta sedang penuh sesak. Kecuali kalau tidak keberatan dikentuti oleh penumpang sekitar, karena itulah yang ingin saya lakukan kalau melihat ada yang duduk seenaknya ;p. Sebelum kereta benar-benar penuh sesak sebaiknya bangun dari kursi lipat dengan segera. Jangan sampai dituduh tak mau bangun padahal sudah tidak mampu berdiri akibat terjepit oleh penumpang sekitar ^^;</p>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran lain yang saya dapat adalah, urutan posisi terbaik hingga ter-tidak-enak di dalam kereta yang penuh sesak:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Duduk ^^ Jelas.</li>
<li>Duduk di kursi lipat, asal tahan pandangan sebal atau mungkin iri dari penumpang lain.</li>
<li>Kalau tidak keberatan badan gepeng tergencet, di tengah lorong, tanpa berpegangan pada apapun. Cukup bersandar pada penumpang sekeliling, ga akan jatuh deh.</li>
<li>Bersandar di dekat pintu. Tapi harus mampu mempertahankan posisi tanpa terdorong penumpang yang baru masuk, atau yang keluar.</li>
<li>Ini dia posisi paling tak enak: berpegangan pada &#8216;pegangan kereta&#8217; <span style="color: #5f9ea0;"><em>*duh, gatau istilahnya apa, yang gantung-gantung itu lowh*</em></span> menghadap penumpang yang duduk. Tangan pegal, didorong-dorong oleh penumpang di posisi no. 3 dari belakang, tapi harus berusaha menahan diri agar tidak jatuh menimpa (dan mungkin diomeli oleh) penumpang di posisi no. 1. Siksaan -_-.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tidak terbayang penderitaan para <em>commuter </em>yang harus mengalami ini setiap hari. Salut deh. Atau mungkin sudah kebal ya saking terbiasanya ;p.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Anyway</em>, terakhir kali saya dan Mama mau pulang ke Bogor dari Stasiun Cikini, kami menerapkan strategi baru. Bisa dibilang sukses ^^v. Dari Stasiun Cikini kami naik kereta Ekonomi menuju Stasiun Jakarta Kota dengan tarif Rp. 1.000,- saja. Lalu dari Jakarta Kota baru deh naik Commuter Line menuju Bogor. Walaupun lebih lama sampai rumah, tak apalah, yang penting kami bisa tidur sepanjang jalan ;).</p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/08/krl-commuter-line-jabodetabek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wii: Tragedi Error 003</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 11:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[fun]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2582</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/" title="Wii: Tragedi Error 003"></a>Dua tahun yang lalu, tahun 2009 di bulan Oktober&#8230; Saya ingat benar, waktu itu akhir minggu, dan saya mau berakhir pekan di rumah di Bogor (saya masih jadi karyawan dan masih berbasis di Cikarang). Dengan hati riang saya membawa pulang &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/" title="Wii: Tragedi Error 003"></a><p style="text-align: justify;">Dua tahun yang lalu, tahun 2009 di bulan Oktober&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingat benar, waktu itu akhir minggu, dan saya mau berakhir pekan di rumah di Bogor (saya masih jadi karyawan dan masih berbasis di Cikarang). Dengan hati riang saya membawa pulang Nintendo Wii yang baru saja dibeli di Mangga Dua. <em>Console game</em> saya (dan adik) yang pertama! ^^</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bongkar-bongkar pasang-pasang dan bisa menyala dengan sempurna (walaupun dengan <em>instruction manual</em> berbahasa Korea ^^;), dengan euphoria berlebih kami bermain semalaman, sampai pagi. Dan tragedi itu pun terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan sedikit teler habis bergadang semalaman&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #5f9ea0;">Saya &amp; Adik</span>: Waah, bisa internet.. Coba yuk, browsing!<br />
<span style="color: #5f9ea0;">Wii</span>: <span style="color: #888888;"><em>Supaya bisa internet, software-nya harus di-update nih.. Update dong!</em></span><br />
<span style="color: #5f9ea0;">Adik (memegang controller)</span>: Gimana nih? Update?<br />
<span style="color: #5f9ea0;">Saya</span>: Uhmm&#8230; Coba aja&#8230;<br />
<span style="color: #5f9ea0;">Wii</span>: <span style="color: #888888;"><em>Bla bla bla&#8230; &#8216;Yes&#8217; or &#8216;No&#8217;?</em></span><br />
<span style="color: #5f9ea0;">Adik</span>: Yes?<br />
<span style="color: #5f9ea0;">Saya</span>: Yes!</p>
<p style="text-align: justify;">Tak berapa lama kemudian&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #5f9ea0;">Wii</span>: <span style="color: #888888;"><em>Mwahahahahaha&#8230; Selamat, Wii ini sudah terkena error 003!</em></span><br />
<span style="color: #5f9ea0;">Saya &amp; Adik</span>: Terdiam&#8230; Terpaku&#8230; Memandang layar hitam, bertuliskan <em>&#8216;Error: 003 Unauthorized device has been detected&#8217;</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Yap, belum genap sehari umurnya, Wii kami terkena <em><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3206908" target="_blank">the infamous error 003</a></em> T__T. Kami berdua sama-sama salah, walaupun si adik eksekutornya, tapi saya yang memberi komando. Termasuk penjualnya juga salah karena dia tidak memberi peringatan untuk tidak meng-update via internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami langsung mencari-cari cara untuk menyembuhkannya, dengan bantuan Mbah Google tentu saja. Hasilnya, semua situs yang membahas error 003 ini memberikan pernyataan yang bernada sama: ucapkan selamat tinggal pada Wii anda, karena Wii anda.. sudah tak terselamatkan. Belum ada cara untuk bisa sembuh dari penyakit yang satu itu, kecuali.. ganti <em>board </em>(sama saja membeli baru). Dan kami pun menangis meraung-raung&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang ini di blog, tapi apa daya, terlalu menyakitkan untuk diingat, hahah. Sekarang dengan hati lapang saya menuliskan kisah ini, karena&#8230; kisah ini ber-<em>happy ending</em> sodara-sodara! ^^</p>
<p style="text-align: justify;">Dua tahun kemudian, sang Wii masih bersemayam dengan tenang di gudang. Saya dan adik iseng <em>googling</em> tentang perkembangan error 003 ini, dan hasilnya&#8230; jeng jerengjeng&#8230; error 003 sudah bisa disembuhkan! Walaupun di internet dijelaskan langkah penyembuhannya, tapi kami selaku <em>gamer</em> awam akhirnya memutuskan untuk membawanya kembali ke Mangga Dua, mencari toko yang bisa menghidupkan kembali Wii kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya sejak kemarin, setelah seminggu menginap di Mangga Dua, Wii kami sudah kembali terpasang dengan manis di sebelah televisi ^^. Wiiii!!</p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/08/wii-tragedi-error-003/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkunjung ke THT</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 09:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2568</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/" title="Berkunjung ke THT"></a>Selama hampir seperempat abad saya hidup di dunia ini, belum pernah sekalipun rasanya ketemu dengan dokter THT. Kalau dokter gigi sih diusahakan minimal 2 tahun sekali, walaupun cuma untuk membersihkan karang gigi. Dan akhirnya, baru-baru ini kami sekeluarga (kecuali papa) &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/" title="Berkunjung ke THT"></a><p style="text-align: justify;">Selama hampir seperempat abad saya hidup di dunia ini, belum pernah sekalipun rasanya ketemu dengan dokter THT. Kalau dokter gigi sih diusahakan minimal 2 tahun sekali, walaupun cuma untuk membersihkan karang gigi. Dan akhirnya, baru-baru ini kami sekeluarga (kecuali papa) berbondong-bondong berkunjung ke dokter THT.</p>
<p style="text-align: justify;">Gara-garanya, waktu liburan kemarin, sang mama dan adik sedang flu sedangkan kami harus naik pesawat. Untuk yang belum pernah merasakan naik pesawat di saat flu, percaya deh, lebih baik batalkan perjalanan dan naik pesawat kalau sudah sehat. Kecuali anda punya tips dan trik untuk menghindari sakit kuping yang luar biasa, sampai gendang telinga serasa mau pecah, ketika pesawat turun perlahan-lahan menjelang pendaratan. Saya sudah pernah, dan ketika sudah keluar dari pesawat, rasanya telinga masih tersumbat oleh lendir-lendir, yang tadinya di saluran hidung jadi bergerak ke saluran telinga. Jadi untuk beberapa hari terpaksa hidup dengan telinga tersumbat dan hidung meler -_-.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah yang terjadi pada si mama dan adik di liburan kemarin. Untungnya saya sehat walafiat dan tidak tertular. Tapi kuping saya memang agak bermasalah, kalau mendengar suara keras berdentam-dentam sering berbunyi kresek-kresek gitu. Kata papa, <span style="color: #888888;">&#8220;Kotor tuuh, nanti kalau ke dokter disedot kupingnya&#8221;</span>. Wuih, saya langsung semangat. Pikir saya, iya kali ya kotor, walaupun pakai <em>cotton bud</em> tiap hari, tapi di bagian dalam yang tak terjamah kan ada kotoran yang sudah tertumpuk 24 tahun lamanya. Jadi&#8230; Yuk ke THT!</p>
<p style="text-align: justify;">Berangkat ke rumah sakit PMI, yang daftar untuk dokter THT hanya kami bertiga. Masuk ke ruangan dokter pun bertiga sekaligus. Kata dokternya, supaya efisien diperiksa dulu tiga-tiganya, baru penjelasannya belakangan. Pemeriksaannya cuma senter telinga, senter hidung, dan senter tenggorokan. Masalah mama dan adik kan sama tuh, kupingnya mampet habis naik pesawat. Nah, waktu giliran saya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Dokter (D)</span>: Masalahnya apa nih?<br />
<span style="color: #888888;">Saya (S)</span>: Itu dok, kupingnya sering kedengeran kresek-kresek.. <span style="color: #5f9ea0;"><em>*lalu saya tambahkan, lirih*</em></span> di bioskop..<br />
<span style="color: #888888;">D</span>: Apa? Di bioskop? Ini sekarang, di sini nggak?<br />
<span style="color: #888888;">S</span>: Nggak tuh.<br />
<span style="color: #888888;">D</span>: Hloooh, kalau gitu ga ada masalah dong. Kalau bunyi kresek-kresek nya di bioskop ya salahkan bioskopnya.<br />
<span style="color: #5f9ea0;"><em>*Sampai sini saya sebel banget sama dokternya, dia gaya bercandanya dengan tampang serius sih ^^;*</em></span><br />
<span style="color: #888888;">S</span>: Tapi kan mengganggu dok, nontonnya jadi ga asik <span style="color: #5f9ea0;"><em>*keukeuh*</em></span><br />
<span style="color: #888888;">D</span>: <span style="color: #5f9ea0;"><em>*Mulai senter-senter, lalu..*</em></span> Oke, gantian.</p>
<p style="text-align: justify;">Ga ada acara sedot-sedot ternyataaa, berarti bersih kupingnya. Soalnya, setelah saya giliran mama, dan sepertinya ada pengapuran di gendang telinga, jadi disedot (istilahnya di-vacuum, pake vacuum cleaner) kupingnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masuk ke acara penjelasan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2568"></span>Pertama-tama, dokternya bilang kami sekeluarga punya alergi. Baru tahu ^^; Karena, katanya saluran hidungnya bengkak semua, dan berlendir, ciri khas penderita alergi. Memang keturunan sih, saya dan papa sering bersin-bersin di saat tak terduga, padahal tidak sedang flu. Sedangkan mama dan adik gampang terserang batuk, dan kalau sudah batuk sembuhnya lama. Eyang kakung dari mama menderita polip dulu. Kata dokternya, alergi itu biasanya &#8216;berteman baik&#8217; dengan sinusitis atau polip. Tapi selama ini kami santai-santai aja sih, ga pernah minum obat alergi, dinikmati saja, hihi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi setelah itu sang dokter menyebutkan dengan fasih pantangan penderita alergi: dingin-pedas-coklat-kacang-strawberry. Es krim, sambal, kacang termasuk tempe, bumbu pecel, dan kawan-kawannya sebaiknya dikurangi. Strawberry? Ga ngerti saya, baru kali ini mendengar strawberry jadi pantangan. Lalu&#8230; Di kamar tidur tidak boleh ada barang yang menumpuk-numpuk. Sprei diganti 2 minggu sekali. Bla bla bla.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang terakhir, yang paling menohok..</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak boleh ada makhluk hidup berbulu! Saya dan adik langsung berseru, <span style="color: #888888;">&#8220;Nandooo!!&#8221;</span> Sedangkan mama, <span style="color: #888888;">&#8220;Tamtaaam!&#8221;</span>, Tamtam itu kucing yang tidurnya dipeluk mama ^^; Tak bisa, yang terakhir itu tak mungkin terjadi. Mana mungkin kami mau berpisah dengan kucing-kucing, hihi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lanjut penjelasan babak kedua. Yang sakit paling parah ternyata si adik. Radang tenggorokan, tapi infeksi-nya sudah merambat ke saluran telinga. Jadilah sumbat telinganya ga hilang-hilang. Sementara mama, karena faktor usia elastisitas gendang telinganya berkurang, lalu ada pengapuran (cuma sebelah, lupa sebelah mana). Lanjut ke masalah saya, tanpa banyak kata sang dokter memutar video di hapenya, lalu disodorkan ke saya, <span style="color: #888888;">&#8220;Nih, coba tonton.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: center;"><p><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/"><em>Click here to view the embedded video.</em></a></p></p>
<p style="text-align: justify;">Serem deh &gt;_&lt;</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu dokternya menjelaskan panjang lebar, <span style="color: #888888;">&#8220;Kamu pasti kalau telepon dengan hape bisa sampai berjam-jam tiap hari. Selain bahaya radiasi, suara yang keluar dari telepon itu desibelnya juga cukup tinggi. Karena diberi desibel tinggi terus menerus, syaraf-syaraf telinga kamu capek. Jadi begitu ada shock sedikit (suara keras) langsung deh kresek-kresek. Kalau pekerja di pabrik, dengan 80 db cuma boleh bekerja selama 5 jam. Kalau ditambah 10 db, misalnya jadi 90 db, jam kerja harus dikurangi jadi setengahnya, 2 jam saja. Sekarang, kamu tahu bioskop berapa? 120 db, dan film biasanya kan 2 jam. Harusnya, kalau mengikuti rumus, dengan 120 db seharusnya cuma boleh di dalam bioskop selama 15 menit.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;">Rugi dong dok, bayar 25 ribu cuma untuk 15 menit ^^; Btw, dokternya ganteng, belum terlalu tua, gaya menjelaskannya asik <span style="color: #5f9ea0;"><em>*hloooh, salah fokus ;p*</em></span>. Yah, begitulah. Mungkin karena saya juga hobi menggunakan headphone untuk mendengarkan musik. Setel kenceng sampai basnya dum-dum-dum, lalu karaokean sendiri, hahah. Yuk ah, kurangi teleponnya. Lebih baik sms atau chatting via internet aja, janjian ketemuan, trus ngobrol puas deh sama orangnya langsung, sambil ngupi-ngupi ^^.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu menulis resep untuk saya, dokternya bingung. Karena sebenarnya obat untuk si bunyi kresek-kresek itu ya cuma mengurangi kegiatan bertelepon dan mendengarkan suara keras. Tapi waktu menebus obat ke apotik, saya dikasih obat tuh, entah untuk apa. Saya minum saja, siapa tahu bisa lebih rileks syaraf telinganya, dan bunyi kresek-kresek-nya berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya? Waktu saya menonton Harry Potter 7 part 2 kemarin, bebas kresek-kresek tuh ^^. Tapi mungkin ga terlalu berisik juga ya filmnya.. Mari dites lagi dengan Transformer 3, nyok! ;p</p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/08/berkunjung-ke-tht/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tragedi Calico Jantan</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 14:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[kitty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2564</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/" title="Tragedi Calico Jantan"></a>Hari ini buka Google, muncul gambar kacang-kacangan. Ternyata ulang tahun Gregor Mendel, seorang pakar genetika yang pasti dikenal lewat buku Biologi waktu SMP dulu. Beliau terkenal lewat eksperimennya pada kacang polong, dan salah satu kasus yang juga saya ingat adalah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/" title="Tragedi Calico Jantan"></a><p style="text-align: justify;"><a href="http://www.google.co.id/#q=Gregor+Mendel&amp;ct=gregormendel11-hp&amp;oi=ddle&amp;fp=af3c981ae58e9ab8&amp;biw=1332&amp;bih=645"><img class="aligncenter" title="mendel birthday" src="http://www.google.co.id/logos/2011/gregormendel11-hp.jpg" alt="" width="421" height="163" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini buka Google, muncul gambar kacang-kacangan. Ternyata ulang tahun Gregor Mendel, seorang pakar genetika yang pasti dikenal lewat buku Biologi waktu SMP dulu. Beliau terkenal lewat eksperimennya pada kacang polong, dan salah satu kasus yang juga saya ingat adalah tentang kucing calico, alias belang tiga. Dengan teori genetika tersebut, disebutkan bahwa tidak mungkin ada calico yang berjenis kelamin laki-laki. Kenyataannya? Ada tuh ^^ Seperti yang dijelaskan di buku <a href="http://books.google.com/books?id=x1MsAAAAYAAJ&amp;source=gbs_book_other_versions_r&amp;cad=3" target="_blank">Cats are Not Peas</a> oleh Laura Gould.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tiba-tiba ingin menulis tentang ini, selain karena hari ini ulang tahun Mbah Mendel, baru saja kemarin sang Mama menemukan anaknya Snowy <span style="color: #5f9ea0;"><em>*kucing calico betina, tapi didominasi warna putih*</em></span> sudah mati, dalam keadaan leher nyaris putus. Dan memang si anak kucing itu berbulu belang tiga.. jantan.</p>
<p style="text-align: justify;">Yap, mitos bahwa anak kucing calico jantan pasti dimakan induknya itu memang benar adanya, kenyataan.. bukan mitos. Ini bukan kejadian yang pertama kali, sebelumnya juga sudah pernah. Tapi.. kalau dari pengalaman di sini, yang membunuh bukan ibunya, melainkan bapaknya. Si ibu tak tega mungkin. Buktinya, beberapa hari yang lalu Snowy memang memindahkan anak-anaknya yang semula aman sentosa di keranjang, ke tempat tersembunyi, mungkin disembunyikan dari si bapak. Sayangnya tetap saja si anak kucing calico jantan itu jadi korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit penjelasan tentang calico jantan. Warna bulu pada kucing ditentukan oleh gen, sebutlah &#8220;O&#8221; (Orange) untuk warna kuning, dan bentuk resesifnya &#8220;o&#8221; untuk warna hitam. Gen warna ini selalu terikat dengan kromosom X. Nah, supaya kucing jantan berbulu belang tiga, berarti harus mempunyai sepasang kromosom X yang terikat dengan gen O dan o sekaligus, tapi juga mempunyai kromosom Y. Jadilah kucing tersebut bersifat triploid dengan kromosom XOXoY, kelainan seksual macam ini disebut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Klinefelter's_syndrome" target="_blank">sindrom klinefelter</a>, berkelamin ganda.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, kenapa anak kucing calico jantan (hampir) selalu dibunuh oleh induknya? Konon katanya kucing ini berstamina lemah karena memiliki jumlah kromosom yang berlebihan, bisa mengalami kelainan hormon. Dan bisa dipastikan kucing ini fertil alias mandul. Jadi daripada dibesarkan tapi menderita lebih baik dibunuh sejak kecil. Ternyata kucing punya tradisi juga ya ^^;</p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/07/tragedi-calico-jantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balada Koper</title>
		<link>http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/</link>
		<comments>http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 19:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paramitopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[blabla]]></category>
		<category><![CDATA[fun]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paramitopia.com/blog/?p=2543</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/" title="Balada Koper"></a>Memandang. Merenung. Melipat. Menggulung. Menata. Menjejalkan. Membongkar. Kembali memandang. Merenung. Melipat. Menggulung. Menata&#8230; Meratap. Istirahat dulu, besok lagi ;) Ahh, akhirnya, bisa mendengarkan dan meresapi lagu ini dengan sepenuh hati (only the Skylar Grey&#8217;s part)&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/" title="Balada Koper"></a><p style="text-align: justify;">Memandang. Merenung. Melipat. Menggulung. Menata. Menjejalkan. Membongkar. Kembali memandang. Merenung. Melipat. Menggulung. Menata&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Meratap.</p>
<p style="text-align: center;"><p><a href="http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/"><em>Click here to view the embedded video.</em></a></p></p>
<p style="text-align: justify;">Istirahat dulu, besok lagi ;)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ahh, akhirnya, bisa mendengarkan dan meresapi lagu ini dengan sepenuh hati (only the Skylar Grey&#8217;s part)&#8230;</em></p>
<fb:like href='http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/' send='false' layout='standard' show_faces='true' width='450' height='65' action='like' colorscheme='light' font='lucida+grande'></fb:like>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paramitopia.com/blog/2011/06/balada-koper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

