Category Archives: family

Balikpapan dan Pulau Derawan

Sama seperti liburan sebelumnya ke Tarakan, alasan berlibur ke Balikpapan kali ini juga dalam rangka menengok sang Pupule. Yap, ‘daerah operasi’-nya sudah berpindah ke Balikpapan, bukan di Tarakan lagi ^^.

Canopy Bridge di Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai merupakan kawasan konservasi hutan Bangkirai yang menjadi salah satu tujuan wisata di Balikpapan. Agak jauh dari kota Balikpapan, sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil ke arah kota Samarinda. Pengelolanya tidak lain dan tidak bukan ya perusahaan tempat Papa bekerja, heheh. Lumayan, biaya masuk dan pemandunya gratis ;p. Di kawasan ini rusa/payau dan monyet (lupa nama jenis monyetnya) juga masih berkeliaran dengan bebas.

Daya tarik utamanya: jembatan tajuk alias canopy bridge, yang konon pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia. Tingginya sekitar 30 m, dengan platform yang dibangun di sekeliling pohon Bangkirai yang tingginya bisa mencapai 40 – 60 m. Seru! Cukup menguji nyali ^^

Jangan tertipu, hey para pembaca. Si Mama ga ikutan menyeberang tuh, cuma kakinya saja berpose menyentuh ujung jembatan, tapi setelah itu langsung turun lagi, hihi.

Read more »

Berkunjung ke THT

Selama hampir seperempat abad saya hidup di dunia ini, belum pernah sekalipun rasanya ketemu dengan dokter THT. Kalau dokter gigi sih diusahakan minimal 2 tahun sekali, walaupun cuma untuk membersihkan karang gigi. Dan akhirnya, baru-baru ini kami sekeluarga (kecuali papa) berbondong-bondong berkunjung ke dokter THT.

Gara-garanya, waktu liburan kemarin, sang mama dan adik sedang flu sedangkan kami harus naik pesawat. Untuk yang belum pernah merasakan naik pesawat di saat flu, percaya deh, lebih baik batalkan perjalanan dan naik pesawat kalau sudah sehat. Kecuali anda punya tips dan trik untuk menghindari sakit kuping yang luar biasa, sampai gendang telinga serasa mau pecah, ketika pesawat turun perlahan-lahan menjelang pendaratan. Saya sudah pernah, dan ketika sudah keluar dari pesawat, rasanya telinga masih tersumbat oleh lendir-lendir, yang tadinya di saluran hidung jadi bergerak ke saluran telinga. Jadi untuk beberapa hari terpaksa hidup dengan telinga tersumbat dan hidung meler -_-.

Inilah yang terjadi pada si mama dan adik di liburan kemarin. Untungnya saya sehat walafiat dan tidak tertular. Tapi kuping saya memang agak bermasalah, kalau mendengar suara keras berdentam-dentam sering berbunyi kresek-kresek gitu. Kata papa, “Kotor tuuh, nanti kalau ke dokter disedot kupingnya”. Wuih, saya langsung semangat. Pikir saya, iya kali ya kotor, walaupun pakai cotton bud tiap hari, tapi di bagian dalam yang tak terjamah kan ada kotoran yang sudah tertumpuk 24 tahun lamanya. Jadi… Yuk ke THT!

Berangkat ke rumah sakit PMI, yang daftar untuk dokter THT hanya kami bertiga. Masuk ke ruangan dokter pun bertiga sekaligus. Kata dokternya, supaya efisien diperiksa dulu tiga-tiganya, baru penjelasannya belakangan. Pemeriksaannya cuma senter telinga, senter hidung, dan senter tenggorokan. Masalah mama dan adik kan sama tuh, kupingnya mampet habis naik pesawat. Nah, waktu giliran saya…

Dokter (D): Masalahnya apa nih?
Saya (S): Itu dok, kupingnya sering kedengeran kresek-kresek.. *lalu saya tambahkan, lirih* di bioskop..
D: Apa? Di bioskop? Ini sekarang, di sini nggak?
S: Nggak tuh.
D: Hloooh, kalau gitu ga ada masalah dong. Kalau bunyi kresek-kresek nya di bioskop ya salahkan bioskopnya.
*Sampai sini saya sebel banget sama dokternya, dia gaya bercandanya dengan tampang serius sih ^^;*
S: Tapi kan mengganggu dok, nontonnya jadi ga asik *keukeuh*
D: *Mulai senter-senter, lalu..* Oke, gantian.

Ga ada acara sedot-sedot ternyataaa, berarti bersih kupingnya. Soalnya, setelah saya giliran mama, dan sepertinya ada pengapuran di gendang telinga, jadi disedot (istilahnya di-vacuum, pake vacuum cleaner) kupingnya.

Masuk ke acara penjelasan.

Read more »

Spread your wings and…

FLY!

Happy birthday my dear lil’ sista!

I guess you’ve found your wings now rite? ;) Have fun enjoying your college days, they’re sometimes not easy I know, but you’re gonna miss ‘em later. The sky is limitless, keep flying! Aim high, but don’t forget to look down occasionally ;)

Next year your age will start with ’2′, so enjoy your last year of being ‘gadis berumur belasan tahun’, mwahahahahha :))

I’ll be going home soon! Please wait for the real present until I get home okay? ;p But here’s a sneak peek…

Tadaaa~! show

hugs and kisses,

Ta

Nandolando Bloom dan Kebaya Seragam

Tadi, sesaat setelah bangun tiba-tiba ingin telepon rumah *karena habis mimpi orang rumah dan kucing-kucing tersayang >.<*. Ternyata di rumah lagi ramai! Padahal niatnya cuma mau mendengar suara Nando, yang kata si Ditul suaranya berubah, ga serak putus-putus kayak dulu lagi ;p. Jadi bisa mendengar suara-suara keluarga yang aslinya bukan berbasis di Bogor, huhu, jadi tambah kangen.

Tentang suara si NANDOlando bloom *nama panggilan barunya, hihi* dulu. Dia tadi lagi tidur, jadi dibangunkan dengan paksa supaya saya bisa mendengar meongnya. Tapi mungkin karena masih mengantuk, dipancing dengan biskuit pun suaranya ga keluar :)). Di latar belakang terdengar suara sang adik dan bude yang sibuk membuat Nando mengeong.

Dan akhirnya… meongnya pun terdengar, hihi, jernih! Ga putus-putus kayak dulu lagi, huks, jadi pengen meluk. Kata sang adik, “Ini ekornya Dita injek biar ngeong!”, huwahahhaah, kasihan, demi saya bisa mendengar suaranya terpaksa deh disiksa sedikit dulu, heheh.

Lalu tentang kenapa di rumah ramai. Kata mama lagi ngomongin catering, buat… yap, sepupu yang akan menikah bulan Juli nanti *congratz yaah Teh Rena ^^*. Sepanjang sejarah, ini adalah acara pernikahan pertama dalam keluarga besar. Maksudnya, sepupu pertama saya yang menikah gitu lho, baik dari keluarga Papa maupun Mama. Tadi waktu telepon, sang Mama sempat mengeluarkan kata-kata, “Kamu kapan?”, hiahahahahahahh *ketawa gila*. Ya ya, ini adalah suatu tanda bahwa saya akan lebih sering mendengar pertanyaan senada.

Jadi intinya… saya ingin pulang! Saya ingin ngucel-ngucel Nando, saya ingin…

pake KEBAYA SERAGAM!

Huwaaa… Masa nanti saya jadi satu-satunya dalam keluarga yang ga punya kebaya seragam? :’((

Happy Birthday, Mum

And here is your birthday present…

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Oh, just to warn you all dear readers, if you don’t want to hear my voice… don’t click Play button ;)

*Thanks to Rona for the inspiration… maaf nyontek ide ‘kado buat mama’ nya ;p*

Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Walau tak dapat s’lalu kuungkapkan
Kata cintaku ‘tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama


(Kenny – Lagu Untuk Mama)