Selama hampir seperempat abad saya hidup di dunia ini, belum pernah sekalipun rasanya ketemu dengan dokter THT. Kalau dokter gigi sih diusahakan minimal 2 tahun sekali, walaupun cuma untuk membersihkan karang gigi. Dan akhirnya, baru-baru ini kami sekeluarga (kecuali papa) berbondong-bondong berkunjung ke dokter THT.
Gara-garanya, waktu liburan kemarin, sang mama dan adik sedang flu sedangkan kami harus naik pesawat. Untuk yang belum pernah merasakan naik pesawat di saat flu, percaya deh, lebih baik batalkan perjalanan dan naik pesawat kalau sudah sehat. Kecuali anda punya tips dan trik untuk menghindari sakit kuping yang luar biasa, sampai gendang telinga serasa mau pecah, ketika pesawat turun perlahan-lahan menjelang pendaratan. Saya sudah pernah, dan ketika sudah keluar dari pesawat, rasanya telinga masih tersumbat oleh lendir-lendir, yang tadinya di saluran hidung jadi bergerak ke saluran telinga. Jadi untuk beberapa hari terpaksa hidup dengan telinga tersumbat dan hidung meler -_-.
Inilah yang terjadi pada si mama dan adik di liburan kemarin. Untungnya saya sehat walafiat dan tidak tertular. Tapi kuping saya memang agak bermasalah, kalau mendengar suara keras berdentam-dentam sering berbunyi kresek-kresek gitu. Kata papa, “Kotor tuuh, nanti kalau ke dokter disedot kupingnya”. Wuih, saya langsung semangat. Pikir saya, iya kali ya kotor, walaupun pakai cotton bud tiap hari, tapi di bagian dalam yang tak terjamah kan ada kotoran yang sudah tertumpuk 24 tahun lamanya. Jadi… Yuk ke THT!
Berangkat ke rumah sakit PMI, yang daftar untuk dokter THT hanya kami bertiga. Masuk ke ruangan dokter pun bertiga sekaligus. Kata dokternya, supaya efisien diperiksa dulu tiga-tiganya, baru penjelasannya belakangan. Pemeriksaannya cuma senter telinga, senter hidung, dan senter tenggorokan. Masalah mama dan adik kan sama tuh, kupingnya mampet habis naik pesawat. Nah, waktu giliran saya…
Dokter (D): Masalahnya apa nih?
Saya (S): Itu dok, kupingnya sering kedengeran kresek-kresek.. *lalu saya tambahkan, lirih* di bioskop..
D: Apa? Di bioskop? Ini sekarang, di sini nggak?
S: Nggak tuh.
D: Hloooh, kalau gitu ga ada masalah dong. Kalau bunyi kresek-kresek nya di bioskop ya salahkan bioskopnya.
*Sampai sini saya sebel banget sama dokternya, dia gaya bercandanya dengan tampang serius sih ^^;*
S: Tapi kan mengganggu dok, nontonnya jadi ga asik *keukeuh*
D: *Mulai senter-senter, lalu..* Oke, gantian.
Ga ada acara sedot-sedot ternyataaa, berarti bersih kupingnya. Soalnya, setelah saya giliran mama, dan sepertinya ada pengapuran di gendang telinga, jadi disedot (istilahnya di-vacuum, pake vacuum cleaner) kupingnya.
Masuk ke acara penjelasan.
Read more »