Category Archives: kitty

Mami Snowy, Ibu Berdedikasi

*Huatcihhhh* *huatttcciihm* *sniff sniff*

Maaf, sodara-sodara sekalian, saya alergi debu, dan sekarang terpaksa menulis sambil pegang kemoceng. Dang, tebel bener ya debu di blog ini, setelah tak disentuh dua bulan ^^;

Mungkin karena otaknya habis dipakai belajar mati-matian selama exam session kemarin, rasanya susaaah banget merangkai kata membentuk cerita. I lost my words, and lost my will to write :’( *especially to start writing my thesis ;p*. Nah, kebetulan tadi baru telepon rumah, dan sang Mamah punya cerita lucu, tentu saja tentang tingkah laku ajaib kucing-kucing di rumah. Dan saya pun jadi tergugah *tsahh* lagi untuk menulis. Semoga sama lucunya ketika saya mendengar ceritanya langsung *pastinya lebih lucu kalau saya dan anda sekalian menyaksikan sendiri kejadiannya ;p*.

Tokoh utama kisah ini adalah Mami Snowy, bisa dilihat fotonya di atas *waktu masih gadis*. Sekarang dia sudah menjadi ibu dari entah berapa generasi, mungkin sudah lebih dari 10 kali melahirkan *lebay, tapi mungkin benar sih*. Julukan Mami diberikan sebagai penghargaan karena dia benar-benar ibu yang berdedikasi. Anak-anak kucing yang dihasilkan pun lucu-lucu, sebutlah Nando dan Poca-Poci. Saya masih ingat waktu dia melatih anak-anaknya lari keliling rumah keluar masuk jendela, dan mereka dengan seenaknya melintas di badan saya yang masih tidur lelap ^^;. Atau ketika dia mengajari Poca pup di kebun, jadi pengen upload videonya tapi takut terlalu vulgar, hihi..

Alkisah…

Si Mama sudah bersiap-siap untuk tidur, ketika Mami Snowy tiba-tiba mengriung-ngriung *sebutan untuk suara mengeong Snowy yang khas* mencari anak-anaknya kesana kemari.

Anak-anaknya, yang saya lupa namanya karena memang belum pernah ketemu dan kucing di rumah saat ini sudah mencapai 19 ekor *jadi bingung, siapa anaknya siapa, namanya apa*, lagi asik tidur di bawah meja makan. Karena Mami Snowy heboh, akhirnya mereka bangun, dan si Mamah pun jadi ikut bangun karena penasaran.

Setelah si Mamah melihat Snowy dari dekat, ternyata di mulutnya Snowy ada cicak! Masih hidup pula! Walaupun mungkin sudah lemas hampir mati ketakutan. Si cicak itu pun kemudian dilepas di depan anak-anaknya. Anak-anaknya bengong, mungkin karena baru bangun tidur, dan si cicak pun buru-buru melarikan diri. Sayangnya si cicak tertangkap lagi oleh Snowy, lalu kembali ditaruh di depan anak-anaknya. Snowy mulai mengriung-ngriung lagi, yang mungkin bunyinya, “Ini mama tangkap cicak buat mainan, sana main!”.

Lalu cicak itu pun kemudian dimainkan dengan brutal, sampai buntutnya lepas, dan akhirnya mati lemas…

Hahah, berakhir tragis sih ya, tapi entah kenapa lucu dengernya. Mami Snowy, benar-benar ibu yang berdedikasi b^^d *just like my Mom, hihi*.

Ahh, menulis itu memang menyenangkan… Yuk, mulai nulis lagi!

Update: Ternyata nama anak-anaknya itu tak lain dan tak bukan, Sopa dan Pipa, karena mereka lahir di kala topik ini lagi hot di dunia cyber ^^

The Chicken and The Cats: Catch Me If You Can!

My mom just sent me these pictures, with the caption:
“There’s a lost chicken up in the tree”
“And the cats are all like ‘Mom, if we can catch it, would you cook it for us?’”

LOL. We don’t know whose chicken is that, but yeah, we own all of the cats ^^. Oh how I really miss them, and miss home.

These pictures really made my day :). Somehow I feel warm inside, even though it’s freezing cold in my room *sigh.. Thanks, Mom!

PocaPoci In Action

Saya memang orang rumahan, karena bagi saya, liburan yang sebenar-benarnya adalah menghabiskan waktu bersantai di rumah. Kegiatannya? Banyak. Bahkan menyapu di pagi hari bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan *thank God you can’t see my face nor hear my voice when I said that :D*.

Kegiatan favorit saya.. Mengamati tingkah laku kucing-kucing di rumah yang kadang bikin tergelak. Hiburan yang satu ini memang ga ada habisnya, secara kucing di rumah sudah beranak-pinak sampai entah-berapa generasi, macam sinetron epik idola masa lampau, “Tersanjung”.

Kali ini, saya ingin memperkenalkan duo yang baru rilis 3 bulan yang lalu, jadi masih unyu banget deh.. *drum roll*

PocaPoci!!

Asal namanya, Poca dari Pocahontas, karena waktu itu kami nonton Pocahontas dan tiba-tiba terinspirasi. Poci, karena adiknya Poca, dan supaya bunyinya seirama. Dua-duanya cowok.

Poca, nama panjang: Pocaco.

Poci, nama panjang: Pocitam, karena diduga anak dari Tamtam.

Poci lebih pemalu, tapi anehnya, dia tak pernah malu di depan kamera. Selalu berpose bak model profesional.

Kalau Poca, ‘sok’ pemalu. Susah difoto, karena selalu bergerak.

But he loves being in the center of attention ^^. Hobinya, menggeletak di karpet, minta diinjak di-bully *diunyel-unyel maksudnya ;)*, lalu berpose berguling-guling bak sedang di panggung.

Tambah satu deh yang membuat saya enggan meninggalkan rumah, yang akan saya tinggalkan kurang dari 10 hari lagi. Ugh, tiba-tiba sedih :’(

Do I . . . really have to . . . go?

Tragedi Calico Jantan

Hari ini buka Google, muncul gambar kacang-kacangan. Ternyata ulang tahun Gregor Mendel, seorang pakar genetika yang pasti dikenal lewat buku Biologi waktu SMP dulu. Beliau terkenal lewat eksperimennya pada kacang polong, dan salah satu kasus yang juga saya ingat adalah tentang kucing calico, alias belang tiga. Dengan teori genetika tersebut, disebutkan bahwa tidak mungkin ada calico yang berjenis kelamin laki-laki. Kenyataannya? Ada tuh ^^ Seperti yang dijelaskan di buku Cats are Not Peas oleh Laura Gould.

Saya tiba-tiba ingin menulis tentang ini, selain karena hari ini ulang tahun Mbah Mendel, baru saja kemarin sang Mama menemukan anaknya Snowy *kucing calico betina, tapi didominasi warna putih* sudah mati, dalam keadaan leher nyaris putus. Dan memang si anak kucing itu berbulu belang tiga.. jantan.

Yap, mitos bahwa anak kucing calico jantan pasti dimakan induknya itu memang benar adanya, kenyataan.. bukan mitos. Ini bukan kejadian yang pertama kali, sebelumnya juga sudah pernah. Tapi.. kalau dari pengalaman di sini, yang membunuh bukan ibunya, melainkan bapaknya. Si ibu tak tega mungkin. Buktinya, beberapa hari yang lalu Snowy memang memindahkan anak-anaknya yang semula aman sentosa di keranjang, ke tempat tersembunyi, mungkin disembunyikan dari si bapak. Sayangnya tetap saja si anak kucing calico jantan itu jadi korban.

Sedikit penjelasan tentang calico jantan. Warna bulu pada kucing ditentukan oleh gen, sebutlah “O” (Orange) untuk warna kuning, dan bentuk resesifnya “o” untuk warna hitam. Gen warna ini selalu terikat dengan kromosom X. Nah, supaya kucing jantan berbulu belang tiga, berarti harus mempunyai sepasang kromosom X yang terikat dengan gen O dan o sekaligus, tapi juga mempunyai kromosom Y. Jadilah kucing tersebut bersifat triploid dengan kromosom XOXoY, kelainan seksual macam ini disebut sindrom klinefelter, berkelamin ganda.

Lalu, kenapa anak kucing calico jantan (hampir) selalu dibunuh oleh induknya? Konon katanya kucing ini berstamina lemah karena memiliki jumlah kromosom yang berlebihan, bisa mengalami kelainan hormon. Dan bisa dipastikan kucing ini fertil alias mandul. Jadi daripada dibesarkan tapi menderita lebih baik dibunuh sejak kecil. Ternyata kucing punya tradisi juga ya ^^;

I miss you…

Nandooo!!! :’(

Anyway, this is a weird city, how can I never see any cat around since I first came here? They’re all dogs everywhere…

… ugh, I’m in need of warm, purring, playful fur >_<