Category Archives: kitty

The Chicken and The Cats: Catch Me If You Can!

My mom just sent me these pictures, with the caption:
“There’s a lost chicken up in the tree”
“And the cats are all like ‘Mom, if we can catch it, would you cook it for us?’”

LOL. We don’t know whose chicken is that, but yeah, we own all of the cats ^^. Oh how I really miss them, and miss home.

These pictures really made my day :). Somehow I feel warm inside, even though it’s freezing cold in my room *sigh.. Thanks, Mom!

PocaPoci In Action

Saya memang orang rumahan, karena bagi saya, liburan yang sebenar-benarnya adalah menghabiskan waktu bersantai di rumah. Kegiatannya? Banyak. Bahkan menyapu di pagi hari bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan *thank God you can’t see my face nor hear my voice when I said that :D*.

Kegiatan favorit saya.. Mengamati tingkah laku kucing-kucing di rumah yang kadang bikin tergelak. Hiburan yang satu ini memang ga ada habisnya, secara kucing di rumah sudah beranak-pinak sampai entah-berapa generasi, macam sinetron epik idola masa lampau, “Tersanjung”.

Kali ini, saya ingin memperkenalkan duo yang baru rilis 3 bulan yang lalu, jadi masih unyu banget deh.. *drum roll*

PocaPoci!!

Asal namanya, Poca dari Pocahontas, karena waktu itu kami nonton Pocahontas dan tiba-tiba terinspirasi. Poci, karena adiknya Poca, dan supaya bunyinya seirama. Dua-duanya cowok.

Poca, nama panjang: Pocaco.

Poci, nama panjang: Pocitam, karena diduga anak dari Tamtam.

Poci lebih pemalu, tapi anehnya, dia tak pernah malu di depan kamera. Selalu berpose bak model profesional.

Kalau Poca, ‘sok’ pemalu. Susah difoto, karena selalu bergerak.

But he loves being in the center of attention ^^. Hobinya, menggeletak di karpet, minta diinjak di-bully *diunyel-unyel maksudnya ;)*, lalu berpose berguling-guling bak sedang di panggung.

Tambah satu deh yang membuat saya enggan meninggalkan rumah, yang akan saya tinggalkan kurang dari 10 hari lagi. Ugh, tiba-tiba sedih :’(

Do I . . . really have to . . . go?

Tragedi Calico Jantan

Hari ini buka Google, muncul gambar kacang-kacangan. Ternyata ulang tahun Gregor Mendel, seorang pakar genetika yang pasti dikenal lewat buku Biologi waktu SMP dulu. Beliau terkenal lewat eksperimennya pada kacang polong, dan salah satu kasus yang juga saya ingat adalah tentang kucing calico, alias belang tiga. Dengan teori genetika tersebut, disebutkan bahwa tidak mungkin ada calico yang berjenis kelamin laki-laki. Kenyataannya? Ada tuh ^^ Seperti yang dijelaskan di buku Cats are Not Peas oleh Laura Gould.

Saya tiba-tiba ingin menulis tentang ini, selain karena hari ini ulang tahun Mbah Mendel, baru saja kemarin sang Mama menemukan anaknya Snowy *kucing calico betina, tapi didominasi warna putih* sudah mati, dalam keadaan leher nyaris putus. Dan memang si anak kucing itu berbulu belang tiga.. jantan.

Yap, mitos bahwa anak kucing calico jantan pasti dimakan induknya itu memang benar adanya, kenyataan.. bukan mitos. Ini bukan kejadian yang pertama kali, sebelumnya juga sudah pernah. Tapi.. kalau dari pengalaman di sini, yang membunuh bukan ibunya, melainkan bapaknya. Si ibu tak tega mungkin. Buktinya, beberapa hari yang lalu Snowy memang memindahkan anak-anaknya yang semula aman sentosa di keranjang, ke tempat tersembunyi, mungkin disembunyikan dari si bapak. Sayangnya tetap saja si anak kucing calico jantan itu jadi korban.

Sedikit penjelasan tentang calico jantan. Warna bulu pada kucing ditentukan oleh gen, sebutlah “O” (Orange) untuk warna kuning, dan bentuk resesifnya “o” untuk warna hitam. Gen warna ini selalu terikat dengan kromosom X. Nah, supaya kucing jantan berbulu belang tiga, berarti harus mempunyai sepasang kromosom X yang terikat dengan gen O dan o sekaligus, tapi juga mempunyai kromosom Y. Jadilah kucing tersebut bersifat triploid dengan kromosom XOXoY, kelainan seksual macam ini disebut sindrom klinefelter, berkelamin ganda.

Lalu, kenapa anak kucing calico jantan (hampir) selalu dibunuh oleh induknya? Konon katanya kucing ini berstamina lemah karena memiliki jumlah kromosom yang berlebihan, bisa mengalami kelainan hormon. Dan bisa dipastikan kucing ini fertil alias mandul. Jadi daripada dibesarkan tapi menderita lebih baik dibunuh sejak kecil. Ternyata kucing punya tradisi juga ya ^^;

I miss you…

Nandooo!!! :’(

Anyway, this is a weird city, how can I never see any cat around since I first came here? They’re all dogs everywhere…

… ugh, I’m in need of warm, purring, playful fur >_<

7 Days Left

So much things to do, so little time left

Status sebagai pengangguran ternyata bukan berarti saya bisa nganggur leyeh-leyeh di rumah ^^;. Banyak yang harus disiapkan, dan yang harus dilakukan.

  • Tugas utama: packing!!, belajar bahasa Perancis
  • Tugas sampingan: bantu Mum buat kue kering pesanan, nyicip kue :)) *mumpung lagi ga puasa*
  • Tugas opsional: ngunyel-ngunyel Nando kalau lagi stress dan butuh hiburan

Hari ini, baru selesai memilah-milah baju untuk dibawa *yang ternyata buanyaaak, kayaknya harus dipilih lagi XD*. Lalu membuat ‘to bring list’ + ‘to buy list’ + ‘to do list’. Baru daftarnya saja, mungkin besok baru mulai dilaksanakan ;p. Terakhir, memindahkan data-data kuliah jaman dulu, siapa tahu berguna. Sekalian reorganisasi folder-folder di laptop.

Yang menyenangkan, semua kegiatan pasti ditemani precil-precil ^^. Siang-siang, ditemani oleh… Minyuu!!

Malam, ditemani oleh… Nando, hoho ^^

Mana ada yang kayak gini di sana >_< Gonna miss ‘em so… Mumpung masih bisa ketemu, puas-puasin aaah :D

*lanjut ngunyel-ngunyel Nando lagi…*