Category Archives: technology

My Web Design Projects

Web design, dunia yang baru saya kenal di semester pertama kuliah, ketika mengikuti mata kuliah Pemrograman Web. Dan sejak itu, saya langsung jatuh hati ;). Kalau sudah ‘bergumul’ dengan HTML, CSS, Javascript, atau PHP, dan tentu saja.. digital image editor favorit saya, Photoshop, rasanya sulit untuk berhenti. Biasanya sih ga akan berhenti sampai saya cukup puas dengan hasilnya, walaupun bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan monitor dan keyboard.

Hasrat mendesain web ini dulu saya salurkan lewat proyek dan tugas di beberapa mata kuliah. Lalu setelah bekerja saya iseng membeli domain dan hosting, dan menyalurkan hobi saya di situ. Kalau sudah bosan dengan desainnya, dan punya waktu luang plus ide, pasti saya sempatkan untuk mendesain ulang. Just for fun :D

Dimulai secara tak sengaja oleh permintaan seorang teman untuk membuatkan wedding website, dan pesanan-pesanan selanjutnya yang menyusul, saya mulai ‘menjual’ hobi saya. Getting paid while having fun? Why not? ;)

Sejauh ini, baru 3 website yang saya kerjakan. Masih amatir, ehem ;p. Dua di antaranya wedding website, jokomirawedding.com dan reishafatoni.com *kalau sudah tidak bisa dibuka berarti domainnya expired, maklum, wedding website ;p*. Sedangkan yang terakhir (masih belum selesai), dokteranakku.net, sejenis blog berisi artikel tentang kesehatan anak.

Semuanya punya ciri khas desain yang sama, gambar ruangan dengan detail sesuai dengan isinya. Dan semuanya mengandalkan keingintahuan user untuk menemukan link menuju ‘sesuatu’ jika diklik. Mulai bosan sih dengan ide ini, ingin mendesain sesuatu yang lain, tapi nanti dulu deh ^^;

Nah sekarang… yiuks ah, lanjut ke bagian curcol-nya ;p

Read more »

Wii: Tragedi Error 003

Dua tahun yang lalu, tahun 2009 di bulan Oktober…

Saya ingat benar, waktu itu akhir minggu, dan saya mau berakhir pekan di rumah di Bogor (saya masih jadi karyawan dan masih berbasis di Cikarang). Dengan hati riang saya membawa pulang Nintendo Wii yang baru saja dibeli di Mangga Dua. Console game saya (dan adik) yang pertama! ^^

Setelah bongkar-bongkar pasang-pasang dan bisa menyala dengan sempurna (walaupun dengan instruction manual berbahasa Korea ^^;), dengan euphoria berlebih kami bermain semalaman, sampai pagi. Dan tragedi itu pun terjadi.

Dalam keadaan sedikit teler habis bergadang semalaman…

Saya & Adik: Waah, bisa internet.. Coba yuk, browsing!
Wii: Supaya bisa internet, software-nya harus di-update nih.. Update dong!
Adik (memegang controller): Gimana nih? Update?
Saya: Uhmm… Coba aja…
Wii: Bla bla bla… ‘Yes’ or ‘No’?
Adik: Yes?
Saya: Yes!

Tak berapa lama kemudian…

Wii: Mwahahahahaha… Selamat, Wii ini sudah terkena error 003!
Saya & Adik: Terdiam… Terpaku… Memandang layar hitam, bertuliskan ‘Error: 003 Unauthorized device has been detected’.

Yap, belum genap sehari umurnya, Wii kami terkena the infamous error 003 T__T. Kami berdua sama-sama salah, walaupun si adik eksekutornya, tapi saya yang memberi komando. Termasuk penjualnya juga salah karena dia tidak memberi peringatan untuk tidak meng-update via internet.

Kami langsung mencari-cari cara untuk menyembuhkannya, dengan bantuan Mbah Google tentu saja. Hasilnya, semua situs yang membahas error 003 ini memberikan pernyataan yang bernada sama: ucapkan selamat tinggal pada Wii anda, karena Wii anda.. sudah tak terselamatkan. Belum ada cara untuk bisa sembuh dari penyakit yang satu itu, kecuali.. ganti board (sama saja membeli baru). Dan kami pun menangis meraung-raung…

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang ini di blog, tapi apa daya, terlalu menyakitkan untuk diingat, hahah. Sekarang dengan hati lapang saya menuliskan kisah ini, karena… kisah ini ber-happy ending sodara-sodara! ^^

Dua tahun kemudian, sang Wii masih bersemayam dengan tenang di gudang. Saya dan adik iseng googling tentang perkembangan error 003 ini, dan hasilnya… jeng jerengjeng… error 003 sudah bisa disembuhkan! Walaupun di internet dijelaskan langkah penyembuhannya, tapi kami selaku gamer awam akhirnya memutuskan untuk membawanya kembali ke Mangga Dua, mencari toko yang bisa menghidupkan kembali Wii kami.

Dan akhirnya sejak kemarin, setelah seminggu menginap di Mangga Dua, Wii kami sudah kembali terpasang dengan manis di sebelah televisi ^^. Wiiii!!

The Magic of ‘Refine Edge’

Semua berawal dari… ketika saya membaca persyaratan untuk membuat visa, yang menyebutkan bahwa pas-foto harus berlatar belakang warna putih -_-. Sempat terpikir untuk foto ulang *toh sekarang beratnya menurun dibandingkan waktu bikin pas-foto terakhir :D*, tapi kok males ya. Akhirnya memutuskan… di-sotosop saja! ^^ *warna background-nya looh, bukan ‘berat badan’ nya*

Awalnya mau pake tool andalan: Eraser Tool dan Brush Tool *grin*. Ah, tapi… masa Photoshop-nya udah sampe CS5 *btw, saya dapet Photoshop CS5 dari sini*, caranya masih cupu aja. Akhirnya browsing-browsing, dan ketemu video tutorial di sini. Menggunakan fitur baru untuk mengatasi masalah masking yang ribet macam rambut manusia. Memang kalo mau sotosop-an, yang paling ribet memang ngurusin rambut ^^;

Dan hasilnya… *drum roll* benar-benar memuaskan!! Here, take a look

Detail rambutnya dapet banget, keren! ^^ Bagi yang males nonton video tutorialnya *bagi yang kecepatan inetnya ga oke untuk streaming*, berikut saya berikan petunjuk step-by-step nya… Petunjuknya memang agak panjang, tapi prosesnya benar-benar mudah kok. Enjoy!!

Oh ya, mohon maaf sebelumnya, objek gambar adalah pas-foto saya, jadi kurang menarik ;p. Bukan bermaksud narsis, bukaaan… Tapi karena sekalian praktek sekalian di-capture gitu, ‘sekali mendayung satu dua pulau terlampaui’ bukan begitu? Okay, here we go…

Read more »

AI, NLP, ML, dan LCT

Asik ya, kalau punya asisten pribadi secanggih JARVIS *Just A Rather Very Intelligent System*-nya Tony Stark. Kalau mau nulis blog tinggal dikte aja, ga usah repot-repot ngetik :))

Atau KITT *Knight Industries Two/Three Thousand*-nya Michael Knight, ga perlu deh belajar nyetir, tinggal bilang aja mau ke mana lalu duduk manis ;p Bisa jadi temen ngobrol juga…

Atau Karen Plankton, WIFE *Wired Integrated Female Electroencephalograph*-nya si Plankton, otak di balik rencana-rencana untuk mencuri Krabby Patty, yang tak pernah tak gagal. Btw, emang ga ada ya plankton betina, sampe harus kawin sama komputer??

Yap, semua itu adalah Artificial Intelligent (AI) System, sistem yang memiliki kecerdasan agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Memang ada beberapa persoalan dimana komputer bisa lebih jago dalam menyelesaikannya, biasanya persoalan komputasi. Tapi, masih banyak kondisi dimana komputer masih belum bisa menyamai kemampuan otak manusia.

Salah satunya adalah, bagaimana komputer bisa memahami apa yang kita ucapkan, dan memberikan respons dengan tepat, seperti yang digambarkan oleh film-film di atas *di film, tentu saja respons adalah hasil rekaman sang pengisi suara ;p*. Cabang dari AI yang mempelajari hal ini adalah Natural Language Processing (NLP).

Tercakup di dalam NLP di antaranya:

  • Speech Recognition dan Speech Generation, mengubah suara menjadi teks *supaya lebih mudah diproses* dan sebaliknya.
  • Question Answering, diberikan pertanyaan dalam bahasa manusia, komputer juga harus mampu menjawab dalam bahasa manusia.
  • Machine Translation, menerjemahkan teks ke bahasa lain secara otomatis *kayak Google Translate*.
  • Automatic Summarization, membuat summary atau key point dari sebuah teks yang panjang.
  • Information Extraction *Tugas Akhir saya ^^v*, mengekstrak secara otomatis informasi terstruktur dari sebuah teks atau dokumen yang tidak terstruktur. Contoh: dari iklan lowongan kerja, bisa diambil secara otomatis informasi perusahaan, posisi/jabatan, deadline aplikasi, dsb.

Nah, salah satu cara supaya komputer bisa memiliki kecerdasan tersebut adalah dengan Machine Learning (ML), alias pembelajaran mesin. OOT dikit, dulu waktu kuliah, mengambil mata kuliah ML kesannya keren, karena bisa bilang “Iya nih, gw mau ML dulu di 7605″ :))

Intinya adalah, bagaimana caranya supaya komputer mampu menghasilkan pengetahuan dari hasil interaksinya dengan lingkungannya dan menyimpannya, agar dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan. Persis seperti yang dapat dilakukan oleh manusia. Jujur, mempelajari bidang ini rasanya kagum berat sama pencipta kita, bisa menciptakan sesuatu yang sangat menakjubkan: otak manusia.

Language and Communication Technologies (LCT) adalah salah satu program yang ditawarkan oleh Erasmus Mundus untuk tahun ajaran 2010-2011, yang mempelajari hal-hal yang disebutkan di atas. Karena tertarik mempelajari hal-hal di atas *dan kesempatan berkeliling Eropa selama 2 tahun ;p*, saya memutuskan mencoba apply.

Sebenarnya ada satu lagi, International Masters in Natural Language Processing and Human Language Technology *fyuhh, panjang*. Tapi, entah kenapa rasanya kurang pede kalau apply untuk program itu *takut saingannya banyak*. Padahal, tak ada salahnya mencoba ya?

I believe that this field has a promising future to develop a technology that will understand human language. And someday we can communicate verbally with computers, just like what we often see only on movies.

… adalah kalimat penutup dari motivation letter a.k.a statement of interest yang saya tulis. Terkadang, imajinasi di dalam film memang menjadi motivasi untuk mengembangkan teknologi di dunia nyata ;). Sebuah bukti bahwa otak kanan juga penting dalam proses berpikir. Betapa keseimbangan antara fungsi otak kanan dan otak kiri sangat dibutuhkan *lagi-lagi kagum berat sama otak manusia >.<*.

Mungkin, kalimat tersebut pulalah yang membuat saya berhasil mendapatkan kunci untuk membuka gerbang salah satu impian… benua Eropa.

(bersambung)

24 Rooms of Tiny Apartment

For my future reference, if someday I could not afford to buy a big spacious house ;p

YouTube Preview Image

The magic of architecture and interior design. If only I followed this path of my dream, will I become this brilliantly creative architect?