Dear Sistah

I will miss you sooo much >.<

YouTube Preview Image

And as Mishka said… Aywowowuwuuuu~~

Anyway, should I post our anthem(s) here? ;p

Quick Getaway, to the East of Java

Remaining time: a week :(

Sebenarnya ada 3 undangan pernikahan *for Mum & Dad, not for me ;p* di hari Sabtu tanggal 10 September kemarin, di tiga kota yang berbeda: Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dengan berbagai pertimbangan *termasuk keinginan sang anak yang masih belum puas berlibur, ehem*, akhirnya kami berakhir pekan di… East of Java!

Rujak Cingur, tanpa cingur?

Berangkat pukul 6 pagi dari Cengkareng, tanpa sarapan, dengan maksud mau sarapan di Surabaya. Setelah sedikit berputar-putar mencari tempat yang oke *guide-nya dari Gresik soale ^^;*, akhirnya mampir di restoran dekat hotel tempat kami menginap, Hotel Cendana. Rumah Makan Ria namanya. Tak beberapa lama setelah memesan rujak cingur, tiba-tiba pelayannya muncul mengabarkan bahwa cingurnya kosong. Nah lho. Tapi saya ga terlalu penasaran dengan cingurnya sih, jadi ga masalah ;p. Yang penting bumbunya… enaaak.

Agak sore, karena perut lapar kami naik becak dari hotel ke Boncafe. Ooh la la, di sini es krim nya enak sangat :9~. Pulangnya terpaksa jalan kaki demi membakar kalori, hoho.

Wisata Mall

Malam harinya, orangtua kondangan, saatnya anak-anak untuk… jalan-jalan! Sayangnya, kami ga punya guide, jadi jalan-jalan yang paling aman tentunya… wisata mall ^^; *ga mungkin kan mampir ke, ehem, Do**y, hiiiy*. Gedung terdekat dari hotel adalah gedung Gramedia Expo. Besaaar… tapi sepi ^^; Baru kali ini melihat area komik di Gramedia tanpa pengunjung kecuali kami.

Lanjut jalan kaki ke Tunjungan Plaza. Memori saya tentang Tunjungan Plaza hanya: “Dulu pernah jalan-jalan ke sini 20 tahun yang lalu”, that’s it ^^; Makan malam dulu di… KFC, gyahahah. Orangtuanya makan enak di kondangan, anaknya makan fast food ;p. Salah satu misi hidup saya memang “mencoba ayam goreng KFC di berbagai kota di seluruh dunia”.

Read more »

Now & Then: How Much Have We Grown?

The idea came from my sister, while we both have a lot of free time… at home. I mean, when will we have a chance to do silly things like this again? ;p

Some points to conclude…

First, we do still have identical shirts! The difference is, they used to be in different sizes. Now they’re identical to the size, but we have a reason for buying two shirts ;). There is no way we can use one shirt alternately, at least for the next two semesters.

Second, I can no longer hug my sister from behind without standing on my tippy toes. And there is no way to stand upright if I want the camera to also capture my face, not just my hands hugging her *that would be creepy don’t you think?*.

Third, we don’t have identical dresses anymore :(. Well actually, we barely have dresses now *put on shirt/blouse + jeans, then we’re good to go*. Back then, most of our collections of dresses came from our mother’s hands. Now, the sewing machine kinda lose its purpose ;p. The only ‘dresses’ that almost have the same color and design, and of course fit us are… daster batik*!

And lastly… we can still have a good laugh and smile at the end of the day, no matter how hard it is :)

*) daster: some kind of pajamas that is very comfortable for sleeping in tropical countries, with hot and humid weather; batik: see here

Welcoming September

…and preparing to say goodbye to summer. This song has been in my playlist since… a veeery long time ago, but I want to wait ’til September comes to post it on this blog ;). September, by Daughtry. Enjoy!

YouTube Preview Image

show

PocaPoci In Action

Saya memang orang rumahan, karena bagi saya, liburan yang sebenar-benarnya adalah menghabiskan waktu bersantai di rumah. Kegiatannya? Banyak. Bahkan menyapu di pagi hari bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan *thank God you can’t see my face nor hear my voice when I said that :D*.

Kegiatan favorit saya.. Mengamati tingkah laku kucing-kucing di rumah yang kadang bikin tergelak. Hiburan yang satu ini memang ga ada habisnya, secara kucing di rumah sudah beranak-pinak sampai entah-berapa generasi, macam sinetron epik idola masa lampau, “Tersanjung”.

Kali ini, saya ingin memperkenalkan duo yang baru rilis 3 bulan yang lalu, jadi masih unyu banget deh.. *drum roll*

PocaPoci!!

Asal namanya, Poca dari Pocahontas, karena waktu itu kami nonton Pocahontas dan tiba-tiba terinspirasi. Poci, karena adiknya Poca, dan supaya bunyinya seirama. Dua-duanya cowok.

Poca, nama panjang: Pocaco.

Poci, nama panjang: Pocitam, karena diduga anak dari Tamtam.

Poci lebih pemalu, tapi anehnya, dia tak pernah malu di depan kamera. Selalu berpose bak model profesional.

Kalau Poca, ‘sok’ pemalu. Susah difoto, karena selalu bergerak.

But he loves being in the center of attention ^^. Hobinya, menggeletak di karpet, minta diinjak di-bully *diunyel-unyel maksudnya ;)*, lalu berpose berguling-guling bak sedang di panggung.

Tambah satu deh yang membuat saya enggan meninggalkan rumah, yang akan saya tinggalkan kurang dari 10 hari lagi. Ugh, tiba-tiba sedih :’(

Do I . . . really have to . . . go?